Bogor Ngaos Oleh: Hj. Ade Yasin, SH, MH (Bupati Bogor 2018-2023) Ilmu tanpa agama buta, agama tanpa ilmu lumpuh…

Bogor Ngaos Oleh: Hj. Ade Yasin, SH, MH (Bupati Bogor 2018-2023) Ilmu tanpa agama buta, agama tanpa ilmu lumpuh…

Smallest Font
Largest Font

Bogor Ngaos

Oleh: Hj. Ade Yasin, SH, MH
(Bupati Bogor 2018-2023)

Ilmu tanpa agama buta, agama tanpa ilmu lumpuh…

Demikian diungkapkan Albert Einstein, seorang ilmuwan terbesar abad 20. Kalimat tersebut menggambarkan betapa pentingnya agama bagi setiap individu. Pendidikan formal memang penting. Dengan pendidikan yang baik, anak dapat memperoleh berbagai gelar sehingga dapat meningkatkan kualitasnya. Namun semua itu tidak akan sempurna tanpa didasari pendidikan agama yang kuat.

Membekali anak dengan pendidikan agama dapat menjadikan seorang anak tetap kokoh. Tidak goyah pada godaan negatif dalam bergaul dan bersosialisasi. Sekarang ini, banyak anak terutama usia remaja yang belum memahami tentang ilmu agama secara utuh. Ini menyebabkan mereka kehilangan kontrol diri dalam pergaulannya.

Maka tak aneh berbagai kasus seperti: seks bebas, tawuran, penyalahgunaan narkoba, memenuhi kabar di media elektronik dan sosial. Minimnya pendidikan agama menjadi salah satu penyebab mereka terjerat kasus tersebut. Jika mereka paham tentang agama maka akan terhindar dari perbuatan negatif.

Karena itu “mengutak-atik” pendidikan agama di sekolah sangatlah tidak benar. Justru pendidikan agama itu seharusnya diperkuat dan ditambah. Aturan dan payung hukum terkait pendidikan agama tertuang dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 12 (1) butir A. Begini bunyinya: “Setiap peserta didik berhak mendapat pendidikan agama sesuai yang dianutnya dan diajarkan pendidik yang seagama.”

Maka jika pendidikan agama di dalam kelas berkurang. Atau malah sampai dihapus. Hal ini jelas bertentangan dengan Undang-Undang. Inisiatif menjadikan pendidikan agama sebagai kegiatan ekstrakurikuler seperti madrasah diniyah, pesantren kilat dan lainnya tidak jadi masalah. Asal pendidikan agama di dalam kelas tidak dihilangkan. Pendidikan agama di dalam kelas harus dijadikan penguat bagi kegiatan ekstrakurikuler keagamaan. Sehingga nilai-nilai agama yang menjadi pondasi anak-anak semakin kokoh.

Karena itu saya telah menginstruksikan Dinas Pendidikan untuk melakukan Program “Bogor Ngaos” atau “Jumat Mengaji”. Ada sekitar satu juta pelajar di Kabupaten Bogor yang ikut dalam program ini. Mereka diwajibkan mengaji sebelum memulai jam pelajaran sekolah. Jumat pekan lalu, program ini sudah dilaunching serentak di setiap sekolah.

Dengan program ini saya berharap Kabupaten Bogor menjadi daerah yang diberkahi dan dirahmati Allah SWT. Tak hanya itu, para pelajar juga diharapkan menjadi anak yang saleh dan salehah. Bogor Ngaos ini juga sebagai ikhtiar saya mengawal amanah para alim ulama untuk mewujudkan Kabupaten Bogor yang Maju, Nyaman dan Berkeadaban. (*)

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow