Kembali Duka Di Kabupaten Cianjur. Gempa Cianjur – Sukabumi Tercatat Sejak 1808

Kembali Duka Di Kabupaten Cianjur. Gempa Cianjur – Sukabumi Tercatat Sejak 1808

Smallest Font
Largest Font

Jawa Barat | Kabarindoraya.com

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil langsung menuju ke Kabupaten Cianjur usai dihantam gempa bumi berkuatan 5,6 Magnitudo (M).

Bencana kembali melanda bumi pertiwi. Gempa yang berpusat di arah barat daya dengan kedalaman 10 km yang terjadi pada Senin 21 November 2022 sekitar pukul 13.21 WIB di wilayah Kabupaten Cianjur berkuatan 5,6 Magnitudo (M).

Dari informasi yang dihimpun bencana gempa tersebut mengakibatkan banyak bangunan yang hancur dan merenggut korban jiwa.

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil langsung menuju ke Kabupaten Cianjur usai dihantam gempa bumi berkuatan 5,6 M tersebut.

” Menurut laporan Bupati sampai tadi jam 16.00, terdapat 46 korban jiwa dan 700-an luka-luka,” ungkapnya dalam pernyataan di akun Instagram, Senin (21/11/2022).

Ridwan memastikan dirinya beserta BPBD tengah menuju Kabupaten Cianjur guna membantu koordinasi dan bantuan logistik bagi para korban bencana.

” TNI dan Polri pun sudah bahu membahu di lapangan menormalisasi situasi,” ujarnya.

Ridwan Kamil juga meminta para relawan kebencanaan maupun kesehatan agar membantu warga di Kabupaten Cianjur yang tertimpa musibah. Ia juga meminta agar warga Kabupaten Cianjur tetap waspada.

” Silakan segera mengoordinasikan diri. Mohon doanya dari kita semua untuk masyarakat Cianjur yang terdampak. Hatur nuhun,” lanjut dalam medsosnya.

Dilansir dari media online dalam sejarah gempa bumi yang terjadi di wilayah Cianjur dan Sukabumi selalu menimbulkan kerusakan.

Dalam catatan BMKG, gempa bumi Cianjur dan Sukabumi sudah sering terjadi karena kedua wilayah tersebut dilintasi jalur gempa Cimandiri dan Padalarang serta Caesar minor lainnya.

Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengungkapkan, gempa bumi Cianjur Sukabumi tercatat terjadi sejak 1808.

“Gempa juga terjadi tahun 1910, lalu gempa pada 21 Januari 1912, dan 2 November 1968 dengan kekuatan gempa magnitudo 5,4,” kata Daryono, kepada wartawan, Senin 21 November 2022

Kemudian, lanjut Daryono, gempa yang terjadi 10 Februari 1982 dengan kekuatan 5,5 magnitudo yang berakibat banyak menimbulkan kerusakan dan korban jiwa.

“Terakhir gempa 12 juli tahun 2000 kekuatan 5,1 magnitudo yang membuat lebih dari 1900 rumah rusak berat,” tuturnya.

Dalam sejarah gempa, kawasan Cianjur dan Sukabumi berkali-kali diguncang gempa.

“Gempa gak harus besar untuk hancurkan karena gempa rata-rata dangkal 10-12 km dan tidak perlu kekuatan 7 magnitudo. Magnitudo 4, 5, 6 juga bisa timbulkan kerusakan,” tambahnya.

(DDY)

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow