Jakarta | Kabarindoraya.com

Bila kita mengamati situasi nasional saat ini dan memang jelas terlihat bahwa kondisi Bangsa kita sedang tidak baik-baik saja. Ditandai dengan Perpecahan Pemuda yang sampai saat ini sulit untuk Bersatu, KNPI sebagai Simbol Persatuan Pemuda yang lahir pada tahun 1973 hingga kini masih terpecah belah dan sulit untuk disatukan.

Berbagai macam versi KNPI bermunculan dan saling mengklaim pun terjadi. Fenomena inipun terjadi tidak terlepas dari Gagalnya Zainuddin Amali sebagai Menpora untuk menyatukan Pemuda.

Sudah selayaknya Zainuddin Amali di copot dari Menpora karena dia tidak mampu menjadi Pemersatu Pemuda Indonesia dilihat dari sisi usia dia sudah terlalu berumur untuk mengurusi Dunia Kepemudaan dan Olahraga, bahkan tidak terlihat andil sama sekali untuk mengurusi dan menyatukan Perpecahan Pemuda saat ini. Bung Karno pernah berkata, “Beri Aku 10 Pemuda Maka Akan Kuguncang Dunia” . Tapi bila Wadah Simbol Pemuda dibiarkan Pecah seperti kondisi saat ini maka sudah sepatutnya kita bertanya apa saja yang sudah dikerjakan Menpora saat ini apakah sibuk “tidur siang” atau entah apa yang diurusnya? Reshuffle Zainuddin Amali dari Menpora adalah sebuah pilihan tegas yang harus diambil Presiden Jokowi, tegas Ketua Umum Kaukus Muda Anti Korupsi (KAMAKSI) kerap disapa Jojo yang juga merupakan Alumni KNPI dan Eksponen Aktivis ’98.

Bila kita tarik keatas, ada beberapa Menteri lagi yang dinilai kurang mampu menjalankan tugasnya alias “Menteri Raport Merah”. Antara lain; Erick Thohir yang dianggap tidak fokus menjalankan tugasnya sebagai Menteri BUMN malah dia sibuk mencari “Panggung Politik” untuk 2024.

Kami menilai Erick Thohir Gagal dalam menjalankan tugasnya sebagai Menteri BUMN indikatornya ada Mantan Napi Korupsi yang menjabat Komisaris BUMN dan banyak perusahaan BUMN memiliki jumlah hutang yang fantastis disebut sebut sebagai kegagalan kinerja Erick Thohir sebagai Menteri BUMN.

Ada lagi Menteri-Menteri yang menciptakan kegaduhan diawal dengan Wacana 3 Periode yaitu Menko Marves Luhut BP. dan Bahlil Lahadalia Menteri Investasi/Kepala BKPM. Wacana 3 Periode itu akhirnya menjadi “Bola Panas” yang diduga ditunggangi Kelompok Intoleran dan Anti Pemerintah untuk merusak Stabilitas Nasional Negara kita. Para Menteri-Menteri ini harusnya segera didepak dari Kabinet dan Presiden Jokowi harus mengambil Pilihan Tegas dengan berani melakukan Reshuffle terhadap Menteri-Menteri yang dianggap Publik tidak fokus dalam menjalankan tugasnya sebagai Pembantu Presiden.

“Kami Menolak Wacana Presiden 3 Periode dan Mendesak Presiden Jokowi segera Reshuffle Menteri-Menteri Gagal tersebut”, Tegas Jojo.

 

(Edy Murti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here