Pimpinan Harus Jadi Motor Terdepan Dalam Menjaga Keberagaman

Pimpinan Harus Jadi Motor Terdepan Dalam Menjaga Keberagaman

Smallest Font
Largest Font

Pemimpin Harus Jadi Motor Terdepan Dalam Menjaga Keberagaman

Bogor | kabarindoraya.com

Badan Sosial Lintas Agama (Basolia) menggelar doa bersama dalam rangka menyambut 2017 Senin (02/01/17) di Taman Ekpresi, Kelurahan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Doa bersama tersebut dibacakan oleh setiap masing-masing perwakilan tokoh agama yakni Islam, Kristen, Khatolik, Hindu dan Budha agar di 2017 keberagaman akan tetap terjaga.

Walikota Bogor Bima Arya Bima dalam sambutan nya mengatakan, prioritas utama 2017 yakni menjaga kebersamaan dalam keberagaman sebagai sebuah pondasi sosial. Caranya dengan merajut komunikasi, membangun pemahaman antar tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk mengdepankan kebersamaan sekaligus menyelesaikan PR-PR yang belum tuntas. Apalagi kedepan kebersamaan dalam ancaman, etos kebangsaan mendapat tantangan yang membuat resiko perpecahan di nasional maupun lokal.

“Maka dari itu pemimpin di lokal yang harus jadi motor terdepan untuk menjaga kebersamaan dan saya sebagai pemimpin tidak pernah pesimis untuk selalu berjuang,” kata Bima.

Bima menambahkan, modal Kota Bogor untuk maju ada tiga yakni modal finansial, intelektual dan sosial. Namun, modal sosial menjadi modal utama dan luar biasa karena Kota Bogor merupakan kota penuh cinta. Ia berdoa agar Kota Bogor diberi kekuatan untuk menjadikan cinta sebagai panglima.

“Jangan hanya politik saja yang dijadikan panglima. Di 2017 Kota Bogor akan tetap ada nuasan penuh cinta,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Basolia Zaenal Abidin mengungkapkan, doa bersama antar umat beragama di awal tahun ini merupakan program rutin Basolia. Tujuannya agar Bangsa Indonesia bisa lebih menjaga kebersamaan dan jangan saling menghujat baik secara langsung ataupun melalui media sosial. Menghindari hal tersebut dari setiap tokoh agama masing-masing harus memberikan pengajaran kepada masyarakat untuk tidak mudah terpancing dan terhasut.

“Yang paling mengkhawatirkan itu di Medsos. Kalau kita yang paham diam kasian sama yang awam dan tidak tahu wawasan agama,” pungkasnya(Nai /Yud)

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow