Suriah Menangi Perang Aleppo

Suriah Menangi Perang Aleppo

Smallest Font
Largest Font

Bogor | kabarindoraya.com

Perang di Kota Aleppo, Suriah mendekati akhir setelah kesepakatan gencatan senjata antara pemberontak yang didukung Amerika Serikat dan sekutu barat dan Rezim Bashar Assad yang didukung Rusia, Iran dan milisi Syiah tercapai. Gencatan senjata itu menandai berakhirnya bombardir Suriah ke kaum pemberontak selama 5 bulan terakhir di kota yang hancur lebur itu.

Pertempuran Aleppo, salah satu perang saudara terparah yang telah memancing keterlibatan kekuatan global dan regional, berakhir dengan kemenangan Presiden Bashar Al Assad dan koalisi militernya, Rusia, Iran dan milisi Syiah.

Para pemberontak mulai meninggalkan wilayah tersebut pada, Rabu (14/12/2016), pagi hari waktu setempat. Kekalahan di salah satu kota terpenting di Suriah ini menandai babak baru perang saudara Suriah yang diawali dengan Arab Spring 2011 silam. Kekalahan barat di Aleppo juga menandai rencana menggulingkan rezim Syiah Bashar Assad yang didukung Partai Sosialis Bath pupus.

Meskipun perang di Aleppo berakhir, namun gerombolan ISIS dan organisasi sayap militer kaum pemberontak dukungan barat masih memiliki sejumlah pos terakhir perlawanan di kota lainnya di Suriah. Salahsatunya adalah Kota Palmyra yang kembali dikuasai ISIS.

“Beberapa jam terakhir kami telah menerima informasi yang menyebut kegiatan militer di Aleppo bagian timur telah berhenti, telah berhenti. Pemerintah Suriah telah menguasai Aleppo bagian timur,” kata Duta Besar Rusia untuk PBB Vitaly Churkin di hadapan Dewan Keamanan yang dikutip kabarindoraya.com dari sejumlah kantor berita yang memantau perkembangan di Suriah.

Pihak pemberontak mengatakan pertempuran berakhir Selasa malam. Sementara salah seorang sumber di koalisi Assad menyebut evakuasi para para pemberontak itu dimulai dini hari waktu setempat. Menurut Reuters, suara hujan bom yang biasa terdengar di kota tersebut pun kini telah berhenti.

Seorang sumber di pemerintahan Turki menyebut para pemberontak beserta keluarga mereka, juga warga sipil yang mendukung mereka, diberi waktu hingga Rabu malam untuk meninggalkan kota. Gencatan senjata ini dinegosiasi oleh Turki dan Rusia, tanpa keterlibatan Amerika Serikat.

Salah satu komandan kelompok pemberontak Jabha Shamiya mengatakan keberhasilan mereka merebut Aleppo, dulu, adalah sebuah kemenangan moriil untuk mereka. “Kami sempat tabah…tapi sayangnya tidak ada yang mendukung kami sama sekali,” ujarnya.n Herry Keating

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow