Ramadhan Bulan Mendekap Allah

0
45

Oleh KH :  Bundari Abas
Rais Syuriah PCNU Kabupaten Bogor

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Membicarakan puasa Ramadhan memang tidak ada sesuatu yang kurang dari bulan agung ini, hampir semua Riwayat mengungkapkan keagungan dan keutamaan Ramadhan.

Sebagai seorang muslim melaksanakan semua amalan baik adalah kewajiban, namun untuk menuju ke manusia muttakin tentu membuthkan proses yang sangat Panjang, karena dimulai dari sebuah ritual dan kontinyuitas amalan yang dilaksanakan pada bulan yang penuh kemulian ini.

Dengan banyaknya keutamaan, maka wajar dan pantas jika kita sebagai muslim yang taat mewujudkan Ramadhan menjadi bulan penuh ampunan dan bulan melatih menjadi seorang muslin yang mendekati kesempurnaan karena Ramadhan merupakan waktu yang tepat untuk bisa lebih dekat, dekat sekali dengan sang khalik atau boleh dibilang bulan mendekap Allah SWT.

Sebelum berproses, sejak awal puasa menjadi aktivitas wajib bagi hamba yang beriman, sebagaimana Firman Allah SWT yang Artinya: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa. (QS. Al Baqarah: 183).

Dari ayat diatas tertera jelas apa kewajiban yang mesti dan harus dilakukan oleh muslim yaitu berpuasa dan itu hanya ada perintah atas puasa Ramadhan dan ketentuannya dan waktunya sudah ditentukan.

Sebagaimana dalam sebuah ayat difirmankan “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu yang hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu. Dan barangsiapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain” (QS. Al-Baqarah: 185)

Merujuk kepada ayat tersebut, maka banyak hikmah yang bisa kita jadikana acuan agar kita bisa memperoleh jiwa muttaqin artinya, dari setiap amalan atau kegiatan yang mengandung kebaikan di bulan Ramadhan akan tercatatkan sebagai sebuah kebaikan atau pahala di sisi Allah SWT, karena sebagaimana janji Allah SWT, jika puasa Ramadhan hanya sang khalik lah yang akan memberikan pahalanya atau sejenisnya karena itu menjadi hak preogratif Allah SWT. Hal ini sebagaimana disampaikan dalam hadist berikut,

“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya.

Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi” (HR. Muslim).

Dengan demikan, maka sudah sepantasnya dari 11 bulan yang sudah dilalui, di satu bulan ini kitab isa menjadi hamba yang berkasih dengan Allah SWT, berkasih disini lebih kepada bagaimana kita menghabiskan waktu lebih intens dengan sang pencipta kita, karena banyaknya lipatan pahala yang diberikan kalau boleh disebut banyak bonus yang diberikan kepada jiwa-jiwa yang mau mendekat dan mendekat Allah SWT.

Karena setiap dekapan itu memberikan sebuah pengalaman ruhani yang bisa menjadi pedoman untuk Kembali menjadi hamba yang shaleh bahkan menjadi hamba yang ingin terus dekat dengan Allah.

Karena jika hamba sudah menjadi terkasih maka dia akan menjadi jiwa yang penuh kasih sayang terhadap hamba lainnya, dan yang utama tidak mau jauh-jauh dari rabb-Nya sebagaimana orang yang jatuh cinta dengan manusia lainnya maka tidak ingin berpisah jauh.

Oleh karenanya, Ramadhan akan banyak mengajarkan setiap insan menjadi hamba yang penuh kebaikan dan menjadi insan yang bersih karena Allah telah mengampuni semua kesalahannya dan janji Allah pada akhirnya akan bertemu di akhirat kelak.

Disebutkan dalam sebuah riwayat bahwa “Bulan Ramadhan awalnya adalah (kasih sayang) Allah, dan pertengahannya adalah pengampunan Allah, serta akhirnya adalah pembebasan dari api neraka.

Wallahul muwaffiq ila aqwamit thariq
wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini