Tumpang Tindih Proyek Penataan Sparator Jalan Tegar Beriman Kabupaten Bogor, CBA : Ego Sektoral Buang – Buang Uang Negara

0
143

 

 

Bogor | Kabarindoraya.com

Baru selesai masa pemeliharaan proyek Penataan Sparator (Taman) di Jalan Tegar Beriman di Kelurahan Tengah, Kecamatan Cibinong, Jawa Barat dengan kucuran Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor TA 2022 senilai Rp 3,5 miliar sudah ditimpa kembali dengan Proyek Pembangunan Drainase Lingkungan di Jalan Tegar Beriman (Simpang CCM-Simpang MCD).

Hal tersebut mengakibatkan sejumlah tanaman hias yang ditanam disisi kanan maupun kiri di sepanjang Jalan Tegar Beriman oleh PT. Sutmarindo Jaya Mandiri selaku kontraktor proyek Penataan Sparator (Taman) Jalan Tegar Beriman rusak parah, akibat pekerjaan pembuatan sumur resapan Proyek Pembangunan Drainase yang hanya bernilai Rp 931 juta.

Sebelumnya proyek Tahun Anggaran 2022 soal Penataan Sparator (Taman) Jalan Tegar Beriman pada Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor dikerjakan PT. Sutmarindo Jaya Mandiri selaku kontraktor dengan nilai Rp 3,5 miliar.

Sementara proyek Pembangunan Drainase Lingkungan di Jalan Tegar Beriman (Simpang CCM-Simpang MCD) TA 2023 pada Dinas PUPR dikerjakan CV Bogatalla dengan anggaran Rp 931 juta.

Dilansir dari iNewsBogor.id,jika dilihat di lokasi sparator banyak tanaman hias atau kembang yang layu dan mati. Sementara hasil pekerjaan sumur resapan juga kurang rapi dimana sisa galian tanah merah masih berserakan.

Direktur Eksekutif Center for Budget Analisis (CBA) Uchok Sky Khadafi mengatakan, tumpang tindihnya kedua proyek di Kabupaten Bogor tersebut karena tidak ada perencanaan yang baik dan terkoordinasi antara kedua dinas tersebut, baik PUPR maupun DPKPP.

Dimana mereka (Dinas PUPR maupun DPKPP) hanya mengandalkan program masing-masing.” Ya jadi ini namanya merupakan ego sektoral yang bisa merugikan keuangan negara, terutama uang pajak rakyat yang habis gara-gara proyek yang dikerjakan sia – sia atau kurang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Uchok Sky Khadafi.

” Adanya ego sektoral ini, adalah tanggung jawab Bupati Bogor Iwan Setiawan sebagai kepala Daerah,” tambah Uchok.

“Harusnya tidak terjadi tumpang tindih proyek tersebut. Biar uang negara tidak rugi. Selain itu ini menandakan dinas terkait kurang efesien dan tidak efektif dalam menggunakan anggaran,” pungkas Uchok.

Sementara Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor Soebiantoro ketika dikonfirmasi ke kantornya, Kamis (2/11/2023) tidak berada di tempat.

Sedangkan Kabid Prasarana Sarana dan Utilitas Umum Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bogor Nunung Toyibah ketika dikonfirmasi belum merespon awak media.

Hingga berita ini ditayangkan awak media masih berusaha mengkonfirmasi pihak – pihak terkait.

(Doddy)

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini