Dedie Rachim Harap Lahir Penerus Timnas dari Kota Bogor

0
78

 

Kota |  Kabarindoraya.com

Upaya pembinaan pesepakbola usia dini terus dilakukan baik oleh Pemerintah kota (Pemkot Bogor) maupun pihak swasta, para pembina dan pelatih serta sekolah bola di Kota Bogor.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan saat ini di Kota Bogor ada sekitar tujuh mini soccer yang bisa digunakan oleh masyarakat yang dibangun oleh Pemkot secara gratis atau yang dibangun oleh pihak swasta.

Hal itu disampaikan Dedie saat meresmikan mini soccer di Taman Tanah Sareal, Jalan Sholeh Iskandar, Kota Bogor, Minggu (17/09/2023).

Dalam peresmian itu Dedie juga menyerahkan piala dan hadiah kepada para juara yang mengikuti kompetisi dalam rangka Hari Olahraga Nasional dan peresmian Pakuan City Arena.

“Dengan adanya sarana dan prasarana dan berbagai pertandingan, artinya kita punya harapan anak-anak kita akan menggantikan pemain-pemain nasional saat ini, untuk menjadi penerus pesepak bola nasional,” katanya.

Dalam kesempatan itu Dedie juga memberikan pesan agar anak-anak terus menjalani pendidikan formal dan juga melakukan aktivitas positif dan beristirahat yang cukup.

Di lokasi yang sama, Pemilik Pakuan City, Dodi Irwan Suparno menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Bogor yang juga mendukung terhadap pembinaan sepak bola di Kota Bogor.

Ia berharap kolaborasi ini bisa terus terjalin ke depan untuk mencetak generasi penerus sepak bola.

“Pakuan City Arena ini Insya Allah akan menjadi sejarah ke depan. Semoga banyak lahir atlet pesepakbola di Kota Bogor. Mudah-mudahan kerja sama, kolaborasi bisa terus berlanjut. Pakuan City juga akan terus mendukung Pemkot dalam pembinaan UMKM. Alhamdulillah sekarang sudah ada tujuh kios di sini sehingga bisa membantu UMKM bergerak maju,” katanya.

Terpisah Coach SSB AGGREGAT U10 Diki Permana menyampaikan, event usia dini ini merupakan ajang yang sangat baik, dalam membangun mental anak – anak.”

” Usia dini perlu terus dibina, salah satunya dalam ajang olahraga sepakbola.” Bukan saja wajib dalam pendidikan formal, dalam pendidikan nonformal juga harus ditanamkan,” ungkap Diki.

” Ya SSB AGGREGAT yang ikut serta hari ini di usia 10 tahun, bervariasi kita ikuti yang 9 dan 8 tahun.” Bukan mengejar gelar juara, tapi kita bermain gembira dan memberikan pengalaman bagi anak-anak,” pungkasnya.

 

(Dody)

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini