Masyarakat Antisosial, Islam Solusi Terbaik

Masyarakat Antisosial, Islam Solusi Terbaik

Smallest Font
Largest Font

Oleh : Nur Hikmah (Komunitas Remaja Move On Karawang)

Ada yang tahu apa itu Tetangga? Siapa itu Tetangga? Tetangga adalah orang yang rumahnya dekat dengan kita.

Para ulama khalaf banyak berpendapat mengenai hal ini. Sebagian mereka mengatakan tetangga adalah ‘orang-orang yang shalat subuh bersamamu’, sebagian lagi mengatakan ’40 rumah dari setiap sisi’, sebagian lagi mengatakan ’40 rumah di sekitarmu, 10 rumah dari tiap sisi’ dan beberapa pendapat lainnya (lihat Fathul Baari, 10 / 367).

Dan beberapa hari terakhir masyarakat dihebohkan dengan berita dari kota Jakarta. Berita itu mengabarkan ditemukannya satu keluarga yang tewas membusuk di Perumahan Citra Garden 1 Extention, Kalideres, Jakarta Barat. Keluarga itu dikenal tertutup dengan warga sekitar atau antisosial.

Saking tertutupnya, bahkan kematian keluarga itu baru terungkap setelah tiga minggu. Setelah warga mencium bau busuk dari dalam rumah yang berpagar tinggi itu. (REPUBLIKA.CO.ID 12/11/2022)

Ada beberapa hal yang mengatakan bahwa penyebab kematian satu keluarga tersebut dikarenakan kelaparan.

Akan tetapi, hal itu dibantah oleh Ketua RT 07/15 Perumahan Citra Garden, Tjong Tjie Xian alias Asyung. Ketua RT tersebut menyebut keluarga ini tergolong mampu sehingga narasi soal mati kelaparan tidak bisa dibenarkan. (kumparanNEWS.com 13/11/2022)

Dalam sistem saat ini yaitu kapitalisme hal itu wajar terjadi karena masyarakat sangat individualis dan tidak ada kepedulian maupun hubungan kemanusiaan.

Sistem Kapitalisme ini menganggap bahwa masyarakat terdiri atas individu-individu, jika urusan individu selesai maka masyarakat akan sejahtera dan bahagia.

Berbeda dengan negara yang menganut sistem Islam. Di dalam sistem Islam menganggap bahwa masyarakat terdiri dari kumpulan manusia, satu pemikiran, satu perasaan dan satu peraturan. Hal itu jelas terikat dengan syari’at Islam.

Dalam Hadits Riwayat Muslim menjelaskan yang artinya: “Siapa pun yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya, dan siapa pun yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya.”

Maka konsep bertetangga dalam Islam dikaitkan dengan keimanan. Dan jika aturan ini diterapkan maka tidak akan ada kasus seperti yang terjadi saat ini karena mereka memahami hak-hak dan kewajiban dalam bertetangga.

Adapun 9 hak tetangga yang harus dipenuhi menurut Syekh Hafidz Hasan Mas’udi, yaitu;

(1) Memberi salam terlebih dahulu kepadanya

(2) Membalas kebaikannya

(3) Menjenguknya ketika sakit

(4) Memberikan ucapan selamat ketika mendapatkan kebahagiaan

(5) Turut berduka cita jika dia tertimpa musibah

(6) Tidak memandang istri, anak perempuan, dan pembantu perempuannya

(7) Menghindari sesuatu yang tidak membuatnya bahagia

(8) Menyambut tetangga dengan wajah berseri-seri dan penuh hormat

(9) Memberikan hak-haknya yang bersifat materi. (Hasan Mas’udi,Taisirul Khalaq, halaman 14-15).

Hal yang demikian itu hanya dapat diterapkan dalam negara yang menganut sistem Islam.

Karena di dalam negara dengan naungan sistem Islam tidak akan ada masyarakat yang individualis, masyarakat akan terikat syari’at Islam yaitu satu pemikiran, perasaan, dan peraturan.

Dan dengan sistem Islam atau peraturan yang langsung dari Allah SWT hubungan sosial kemasyarakatan dapat terjalin dengan baik.

Memang hanya Islam solusi terbaik untuk permasalahan umat. Wallahua’llam

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow