Kabarindoraya.com | Bogor – Kegiatan pelatihan konten kreator yang difasilitasi oleh mantan pengurus PK KNPI Kecamatan Jasinga menuai sorotan tajam. Alih-alih menjadi ajang produktif bagi generasi muda, kegiatan tersebut justru sepi peminat dan meninggalkan banyak tanda tanya.
Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) KNPI Kecamatan Jasinga, Raod Kamaluddin, angkat bicara terkait hal tersebut. Ia mengaku tidak dilibatkan sama sekali dalam perencanaan maupun pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Saya memang menerima undangan, tapi tidak tahu apa-apa soal kegiatan ini. Tidak dilibatkan dalam prosesnya,” ungkap Raod saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Selasa (30/07/2025).
Pernyataan ini mempertegas dugaan bahwa kegiatan yang seharusnya melibatkan berbagai elemen pemuda justru terkesan tertutup dan elitis. Minimnya koordinasi dan komunikasi antar pihak membuat potensi sinergi dalam pemberdayaan pemuda menjadi sia-sia.
Raod pun menyayangkan model pelibatan yang tidak inklusif. “Kalau seperti ini caranya, bagaimana kegiatan bisa menjangkau lebih luas dan diminati? Jangan-jangan ini hanya kegiatan formalitas,” sindirnya.
Fenomena ini menambah daftar panjang persoalan internal di tubuh KNPI Kecamatan Jasinga, terutama menyangkut pelibatan dan pemberdayaan pemuda secara nyata.
Jika tujuan kegiatan adalah mencetak konten kreator handal, maka pendekatan eksklusif seperti ini justru menjadi antitesis dari semangat kolaborasi dan keterbukaan yang semestinya dijunjung tinggi.(Dds)

