Kabarindoraya.com | Ciawi - Aksi protes warga yang setiap hari mengais rezeki sebagai tukang ojek di pangkalan Banjarwaru-Telukpinang, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, terhadap pelaksana proyek gorong-gorong di ruas Jalan Veteran II mulai terungkap. Warga merasa dirugikan dengan adanya penutupan Jalan Veteran II oleh pihak CV Maksum Family, tanpa diberikannya kompensasi atas kerugian yang dialami mereka.
Fedom, warga Desa Telukpinang yang juga tukang ojek di pangkalan simpang Ratna mengaku sangat dirugikan dengan adanya penutupan jalan. Karena berdampak langsung terhadap pendapatan nya sebagai ojek.
"Jelas pendapatan saya berkurang setelah jalan ditutup. Warga atau penumpang lebih memilih jalan kaki ketimbang naik ojek," katanya dihadapan perwakilan pemborong CV Maksum Family, Hendy ditempat Pera pekerja proyek istirahat di Desa Telukpinang, Rabu (12/11).
Adapun selama proyek berjalan, kata Fedom, pernah ketitipan uang sebesar 200 ribu. Namun, uang tersebut dibagikan ke warga lain yang saat itu berada di lokasi pangkalan ojek Talang Ratna.
"Setelah dibagi-bagi, uang sebesar itu saya hanya kebagian 40 ribu," ungkapnya dengan nada kesal.
Ia mengungkapkan, berdasarkan keterangan dari orang yang memberikan uang tersebut, bukan untuk penggantian atas kerugian warga yang setiap hari mangkal di pangkalan ojek dengan adanya penutupan jalan.
"Uang sebesar itu cukup buat apa. Dan juga tidak ada uang pengganti kerugian dari pemborong yang menutup jalan kepada kami," beber Fedom yang diamini Kobek beserta warga Desa Banjarwaru, ojek yang mangkal di pertigaan Banjarwaru-Telukpinang.
Pengakuan sama juga diungkapkan Kobek, ojek dipertigaan Banjarwaru-Telukpinang. Dimana, saat akan ada penutupan jalan, ada yang memberikan nya uang sebesar 250 ribu.
"Uang itu untuk pengamanan parkir kendaraan. Bukan pengganti kerugian warga terutama ojek disini," jelasnya.
Sementara, Hendy, perwakilan CV Maksum Family pelaksana proyek gorong-gorong Jalan Veteran II menyatakan, pihaknya sudah mengalokasikan anggaran sebesar kurang lebih Rp.22 juta rupiah. Dimana, untuk tahap awal mengeluarkan uang sejumlah Rp.15 juta yang diperuntukkan sebagai anggaran koordinasi melalui tangan seseorang berinisial G.
"Kalau untuk koordinasi kepada pelaku usaha ojek, baik yang mangkal di Talang Ratna Telukpinang maupun di pertigaan pangkalan ojek Banjarwaru, saya sudah berikan sebesar Rp.7 juta ke salah seorang kepala desa. Makanya saya merasa sudah selesai semua untuk lingkungan dan yang terdampak," paparnya dihadapan perwakilan para ojek usai musyawarah di Warkop Villa Kuda.

