Kabarindoraya.com | Ciampea - Usut punya usut, selain guyuran hujan menjadi penyebab ambrugnya tebingan Badan Jalan Raya BojongRangkas, Desa Bojong Rangkas, Kecamatan Ciampea sepanjang 33 meter, lebar 2,5 meter dengan kedalaman 6,2 meter di Selasa (16/09/2025) sore itu, ternyata juga akibat pembiaran selama setahun tanpa perbaikan usai pasca longsor menimpa tebingan jalan rayanya pada Sabtu (30/12) tahun 2023 lalu.

Hal ini dibenarkan Engkus Warga sekitar lokasi, menurut dia, saat longsor pertama diakhir 2023 silam, penyebabnya adalah banyak berdiri bangunan liar, sementara pihak UPT PUPR Jalan Dan Jembatan wilayah 4 Ciampea ketika itu dilokasi, hanya mengeruk sampah sampahnya saja yang mencapai berat puluhan ton kemudian dibuang ke TPA Galuga, sementara pada tebing yang longsor, cuma ditutup memakai terpal.

"Saat itu, kami warga yang tinggal diseberang lokasi sempat meminta petugas UPT jalan Jembatan Ciampea agar tebing yang longsor segera diperbaiki, tapi nyatanya selama setahun dibiarkan, dan baru beberapa hari kemarin terlihat ada rencana pembangunan perbaikannya",kata Engkus Warga Jalan Raya Bojongrangkas kepada Kabarindoraya.com, Kamis (18/08/2025).

Engkus menambahkan, longsor yang merobohkan badan jalan Raya Bojongrangkas menurut dia terasa aneh, soalnya, bertepatan longsor terjadi, justru sedang ada giat pekerjaan pembuatan turap, apakah ini kelalaian atau bagaimana..?.

"Jadi menurut saya, biang keladi ambrugnya badan jalan raya Bojongrangkas sepanjang 33 meter yang kini hanya menyisakan lebar 3,3 meter saja tersebut, pertama ada pembiaran selama setahun tidak diperbaiki, kedua pembiaran Sampah sampah industri rumahan bertumpung dibawah tebing bantaran sungainya, ketiga banyaknya bangunan liar, dan ke empat mungkin saja ada kelalaian..?",ketusnya.

Dilokasi, salah seorang pekerja kontruksi yang mengaku bernama Abah mengungkapkan, ambrugnya badan jalan raya Bojongrangkas terjadi saat hujan deras mengguyur kawasan Ciampea hingga jelang malam.

"Kejadiannya berlangsung hari Selasa (16/09/2025) pukul 19:15 wib malam, usai hujan reda",ungkapnya.

Dipastikan yang menjadi penyebab longsor kata dia, tak lain adalah tumpukan sampah sampah industri rumahan yang dibuang ke dalam tebing bantaran, sehingga menyumbat aliran air yang ada di bawah jalan, menyebabkan air menyebar keseluruh rongga rongga tanah",terangnya.

Saat itu bebernya, persiapan pekerjaan kontruksi pekerjaan, baru saja akan dimulai.

"Tetapi karena kontur tanah yang ada dibawah jalan labil, maka longsor lanjutan merobohkan badan jalan selebar 2,5 meter dengan panjang 33 meter, termasuk membentuk jurang sedalam 6,2 meter",pungkasnya.

Dari pantauan Kabarindoraya.com dilapangan, saat ini dilokasi sedang ada persiapan pembangunan turap penahan tebingan dengan anggaran Rp. 1,566.260.000,- (Satu milyar Lima Ratus Enam Puluh Enam Juta Dua Ratus Enam Puluh Ribu Rupiah), dimana yang bertanggung jawab pada pekerjaannya adalah penyedia jasa CV Ciampea jaya dengan Konsultan Pelaksana PT. Secon Dwitunggal Putra. 

Sayangnya, saat Camat Ciampea Pardi dan Kepala UPT PUPR Jalan Dan Jembatan Wilayah 4 Ciampea Yudhi dihubungi Kabarindo Raya.com untuk dimintai keterangan, keduanya mengaku sedang melaksanakan Rapat. (Jefri Sukapura)