Kabarindoraya.com  | Bogor  - Barisan Penggerak Supremasi Sipil (BAPERSIPIL) menggelar diskusi publik untuk menyikapi maraknya pihak-pihak yang mempolitisasi bencana serta mendiskreditkan Pemerintah, institusi Polri, TNI, dan lembaga negara lainnya. Kegiatan ini digelar di Caffe Bento Kopi, Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (12/1).

Diskusi ini menghadirkan Politisi Partai Gerindra yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT), Ahmad Riza Patria, sebagai pembicara utama.

Selain itu, hadir pula Praktisi Hukum Fuad Abdullah, perwakilan MPI DPP KNPI Syamtidar Tamagola, serta Penggagas BAPERSIPIL Ade Adriansyah.

Diskusi ini menyoroti fenomena penggunaan isu bencana dan kebijakan pemerintah sebagai alat kepentingan politik tertentu yang dinilai dapat merusak persatuan serta kepercayaan publik terhadap negara dan institusi negara.

Dalam sambutannya, Politisi Partai Gerindra yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT), Ahmad Riza Patria, menegaskan pentingnya menjaga semangat kebangsaan dan gotong royong.

“Kita sebagai sebuah bangsa yang sejak dulu bangsa yang gotong-royong. Bangsa yang selalu membantu, membantu satu sama lain,” kata Ahmad Riza Patria.

Ia menekankan bahwa dalam situasi apa pun, terutama saat bangsa menghadapi bencana, seluruh elemen harus mengedepankan kepentingan nasional di atas kepentingan kelompok maupun golongan.

“Nah untuk itu, tidak ada pilihan. Kalau untuk kepentingan bangsa, semua harus mengedepankan kepentingan bangsa. TNI dipersiapkan untuk menjaga pertahanan. Polri dipersiapkan dihadirkan untuk menjaga keamanan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ahmad Riza Patria juga mengingatkan besarnya peran dan kontribusi TNI-Polri dalam penanganan berbagai bencana di Tanah Air.