Kabarindoraya.com  |  Jakarta — Bupati Bogor, Rudy Susmanto, kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Nominasi Tokoh Pendorong Ekonomi Berbasis Budaya dan Pariwisata Daerah pada ajang Detikcom Award 2025 yang digelar pada Selasa (25/11/25) di Java Ballroom, The Westin Jakarta.

Nominasi ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen kuat Bupati Rudy dalam mendorong percepatan pengembangan pariwisata dan budaya Kabupaten Bogor.

Berbagai langkah strategis telah diwujudkan, mulai dari penguatan infrastruktur, inovasi digital dalam layanan wisata, hingga dukungan penuh terhadap agenda sport tourism yang kini menjadi daya tarik unggulan daerah.

Di sektor budaya, Bupati Bogor konsisten menguatkan pelestarian tradisi lokal seperti Silat Cimande, Ngabungbang Cimande, dan Seni Cibatokan yang telah menjadi bagian dari Warisan Budaya Takbenda Indonesia. 

Dukungan beliau terhadap festival seni, kegiatan kebudayaan, hingga penguatan ekosistem ekonomi kreatif, mampu membuka ruang lebih luas bagi UMKM dan pelaku seni budaya untuk berkembang.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bogor atas dukungan dan kerja bersama dalam memajukan sektor pariwisata dan budaya.

“Penghargaan ini bukan untuk saya pribadi, tetapi untuk seluruh masyarakat Kabupaten Bogor. Ini adalah hasil kerja bersama para pelaku pariwisata, pelaku budaya, komunitas desa wisata, serta masyarakat yang terus menjaga dan mengembangkan potensi daerah,” ungkap Bupati Rudy.

Bupati Bogor menegaskan bahwa sektor pariwisata dan jasa merupakan penopang penting pendapatan daerah, sehingga harus dikelola secara profesional, inklusif, dan berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Bogor kini tengah mempersiapkan berbagai kebijakan strategis untuk memperkuat akses menuju destinasi wisata prioritas.

Salah satu fokus penguatan adalah Desa Wisata Malasari, yang dikenal sebagai kawasan konservasi sekaligus ikon wisata alam Kabupaten Bogor. Pemerintah berkomitmen meningkatkan aksesibilitas dan kualitas infrastruktur menuju Malasari sebagai wujud keberpihakan terhadap desa wisata yang sudah diakui secara nasional.