Kabarindoraya.com | Bogor - Kondisi lahan fasum rumah susun di Desa Limusnunggal pada saat hari kerja kini tidak lagi seperti biasa. Pasalnya, area yang diperuntukan bagi kegiatan penghuni rusun tersebut kini dipenuhi ratusan kendaraan bermotor milik siswa SMK 1 Cileungsi. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan besar bagi banyak pihak terkait komersialisasi lahan milik pemerintah dan adanya dugaan permainan antara paguyuban warga, kepala UPT Rusun dan pihak sekolah guna mendapatkan keuntungan pribadi dari keberadaan rusun tersebut.
"Dengan alasan apapun komersialisasi lahan pemerintah itu sudah jelas melanggar peraturan. Karena ada pihak yang mendapat keuntungan dari kegiatan tersebut," kata Sekretaris LSM Penjara Indonesia, Jimmy Valiant kepada wartawan.
Menurut dia, area fasos dan fasum di area rusunawa dikhususkan untuk menunjang kegiatan penghuni rusun. Jika sudah terjadi alih fungsi lahan maka patut dipertanyakan ada apa dibalik semua itu.
"Dari hasil penelusuran kami dilapangan, parkiran tersebut dikelola oleh pihak yang mengatasnamakan paguyuban. Lalu apa dasar paguyuban punya kapasitas dan kewenangan mengelola parkir," tegasnya.
Selain itu, Jimmy juga menyoroti sikap dari Kepala UPT Rusunawa Limusnunggal yang terkesan tutup kata dan mengabaikan kondisi tersebut.

.png)