Kabarindoraya.com |  Simalungun - Apa yang terjadi di areal tanaman belum menghasilkan (TBM) PTPN IV Regional || Unit Kebun Mayang, Afdeling V, bukan lagi sekadar kelalaian. Ini sudah menyerupai kehancuran yang dibiarkan, bahkan diduga dirancang, Sabtu (04/04/2026).

Ditemui disela-sela giatnya, salah satu narasumber yang tidak mau disebutkan jatidirinya, sebut DR kepada jurnalis media ini mengatakan bahwa.

" Di lapangan, fakta berbicara tanpa ampun: batang sawit mengering, daun mati menggantung, dan hamparan kebun berubah seperti kuburan tanaman. Puluhan hektare tak lagi menunjukkan tanda kehidupan. Ini bukan kebun—ini ladang kegagalan yang mencurigakan.

" Namun yang paling menggetarkan datang dari pengakuan narasumber yang enggan disebutkan namanya. Ia membongkar dugaan praktik yang lebih busuk:

“Bibit itu diduga bukan dari sumber resmi. Banyak yang diambil dari masyarakat kampung.”

DR kembali mengatakan " Jika ini benar, maka ini bukan sekadar pelanggaran teknis—ini penghancuran sistematis sejak awal. Bibit non-sertifikat di proyek kebun negara sama saja dengan menanam kegagalan yang sudah direncanakan, " terangnya.

Akibatnya kini nyata, 

tanaman mati sebelum menghasilkan perawatan, seperti tak pernah dilakukan

anggaran diduga tetap berjalan tanpa hasil.