Kabarindoraya.com | Bandung - Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat dari Fraksi PAN, Hasbullah Rahmad menepis keraguan dari sejumlah kalangan mengenai potensi kebangkrutan sekolah swasta akibat penambahan rombongan belajar (rombel) di sekolah negeri.

Hasbullan menjelaskan, adanya penambahan rombel tersebut justru menjadi solusi untuk akses pendidikan bagi anak-anak yang ingin bersekolah di negeri namun ekonominya kesulitan.

“Bahwa jumlah sekolah swasta mungkin berkurang, iya. Tapi populasi kita di Jawa Barat ini sangat besar. Pendidikan sudah menjadi kebutuhan orang tua,” jelas Hasbullah kemarin, (19/7/2025).

Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat dari Fraksi PAN, Hasbullah Rahmad. (Ist)

Menurut Hasbullah, meski ada penyesuaian jumlah rombel di sekolah negeri, akan tetapi sekolah swasta tetap memiliki pangsa pasarnya tersendiri.

“Masyarakat akan berupaya bekerja keras untuk menyekolahkan anaknya, bahkan ke sekolah swasta, jika itu yang terbaik,” pinta Hasbullah.

Lebih dalam Hasbullah membeberkan, kalau penambahan rombel bukanlah kebijakan yang permanen. Pemprov Jabar bersama DPRD Jabar telah merancang pembangunan ruang kelas dan gedung sekolah baru yang saat ini masih dalam proses realisasi.

“Kebijakan ini sifatnya sementara. Kalau ruang kelas sudah terbangun, bisa kembali ke standar 36 siswa per kelas,” jelasnya.

Langkah ini, lanjut Hasbullah, merupakan penanganan darurat agar siswa tidak terlantar hanya karena keterbatasan jumlah daya tampung sekolah negeri.