Kabarindoraya.com | Bogor - Politisi Partai Demokrat Dede Chandra Sasmita, sekaligus Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, mengungkapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat,pada tahun 2026 mendatang akan membangun 50 unit SMA/SMK Negeri baru, dimana beberapa unit ada di Kabupaten Bogor, satu diantaranya SMAN 5 Cibinong dan SMKN 1 Rumpin.
Hal ini diutarakan Dede Chandra Sasmita,saat dialog dengan insan media Kabupaten Bogor, Senin 17 November 2025 di Sport Hall DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor, di Cibinong.
"Informasi pada tahun 2026 akan dibangun 50 unit SMA/SMK Negeri baru di Jawa Barat,termasuk di Kabupaten Bogor. Ini jadi kabar baik saat jumlah SMA/SMK Negeri di Kabupaten Bogor sangat minim,"kata Dede Chandra Sasmita.
Dede Chandra Sasmita, berharap ketika ada penambahan SMA/SMK Negeri baru di Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Bogor, kisruh saat penerimaan peserta didik baru (PPDB) tidak terjadi lagi.
"Kisruh PPDB terjadi karena daya tampung SMA/SMK Negeri terbatas, di satu sisi jumlah pendaftaran utamanya di kawasan padat penduduk tinggi, kita ketahui kan ada beberapa kecamatan di Kabupaten Bogor, satu diantaranya Cibinong, penduduknya setara sebuah kota, sedang jumlah SMA Negeri hanya 4 unit, SMK 2 unit," jelas pria yang akrab dipanggil Kang Dechan itu.
Selain jumlah unit SMA/SMK Negeri terbatas, kondisi SMA/SMK negeri saat ini juga ruang kelasnya minim, bahkan bangunanya rata-rata di atas 10 tahun.
"Bangunan SMA/SMK Negeri di Kabupaten Bogor itu kan dibangun saat kewenangan pengelolaan SMA/SMK Negeri masih ada di kabupaten, diambil alih provinsi 2017. Seperti kejadian ambruknya atap SMKN 1 Cileungsi dan SMKN 1 Gunungputri,"ungkap Kang Dechan.
Makanya, DPRD Provinsi Jawa Barat, sebut Kang Dechan, mendorong setiap tahun anggaran ada alokasi pembangunan atau pendirian SMA/SMKN baru, khususnya di kawasan kepadatan penduduk tinggi dan wilayah pedesaan.
"Ketika jumlah SMA/SMK Negeri memadai dan mudah diakses masyarakat, target menaikan rata - rata lama sekolah warga Jawa Barat minimal lulusan SMA/SMK tercapai," tutup Kang Dechan

