Kabarindoraya.com  | ‎Bogor  – Warga Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, dibuat geram dengan hasil pekerjaan proyek peningkatan jalan desa yang diduga kuat tidak sesuai spesifikasi teknis.

‎Proyek yang tercantum dalam papan kegiatan tersebut menggunakan anggaran sebesar Rp225 juta bersumber dari Bantuan Keuangan Infrastruktur Desa (Bantuan Keuangan Kabupaten Bogor) untuk pekerjaan hotmix di Kampung Babakan Tasik RT 01 RW 05 dengan volume 337 meter x 2,5 meter x 0,04 meter.

‎‎Namun berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, kualitas pekerjaan jauh dari standar hotmix yang seharusnya. Aspal terlihat tipis, tidak padat, bahkan diduga tidak menggunakan bahan sesuai spesifikasi. Permukaan jalan tampak kasar dan cepat rusak meski baru selesai dikerjakan.

‎‎Warga sekitar menilai pekerjaan tersebut asal-asalan dan terkesan hanya mengejar laporan fisik.

‎‎“Baru juga selesai, tapi udah kelihatan tipis banget. Aspalnya kayak cuma ditempel, bukan dipadatkan,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

‎‎Selain kualitas yang diragukan, proyek ini juga menimbulkan dugaan adanya praktik KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme). Indikasi itu muncul karena tidak adanya transparansi dalam pelaksanaan, termasuk tidak tercantumnya lama pekerjaan dan pelaksana teknis yang jelas pada papan kegiatan proyek.

‎Praktik seperti ini jelas mencederai semangat transparansi publik dan akuntabilitas penggunaan dana pemerintah. Apalagi proyek yang seharusnya menjadi sarana peningkatan akses warga justru menimbulkan pertanyaan besar terkait pengawasan pihak Kecamatan dan Dinas terkait Kabupaten Bogor.

‎‎Publik kini menuntut agar Inspektorat dan Aparat Penegak Hukum turun tangan melakukan audit menyeluruh terhadap proyek ini. Jika terbukti ada unsur penyimpangan atau pengurangan volume, maka tindakan tegas harus diberikan kepada pihak pelaksana maupun oknum yang terlibat.