Kabarindoraya.com  |  Serang – Pemerintah Provinsi Banten terus melakukan terobosan dalam transformasi digital pelayanan publik. Melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Pemprov Banten resmi meluncurkan aplikasi "Samsat Ceria" (Cepat, Efisien, Responsif, Inovatif, dan Akuntabel), sebuah platform digital yang memungkinkan masyarakat membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tanpa harus datang ke kantor Samsat.

Inovasi ini hadir sebagai solusi bagi warga Banten yang memiliki mobilitas tinggi namun ingin tetap taat pajak dengan cara yang lebih mudah, transparan, dan bisa dilakukan dari genggaman tangan.

Transformasi Digital untuk Kemudahan Masyarakat

Sekretaris Daerah (Sekda) Banten, Deden Apriandhi, di Serang, Selasa, mengungkapkan bahwa kehadiran aplikasi ini bertujuan memberikan kenyamanan maksimal bagi para wajib pajak di wilayah Provinsi Banten.

"Hari ini kita meluncurkan Samsat Ceria. Aplikasi ini memudahkan kita semua dalam melakukan pembayaran pajak, khususnya pajak kendaraan bermotor. Harapannya masyarakat tidak perlu repot lagi datang ke Samsat, ATM, apalagi ke biro jasa. Sambil rebahan pun sekarang sudah bisa bayar pajak," ujar Deden usai kegiatan peluncuran

Deden menjelaskan bahwa kontribusi masyarakat melalui pajak sangat vital bagi pembangunan daerah. Ia memproyeksikan target PKB tahun 2025 sebesar Rp2,6 triliun akan dikembalikan sepenuhnya kepada masyarakat dalam bentuk program layanan publik.

Apresiasi dari Generasi Muda dan Masyarakat

Langkah inovatif Pemprov Banten ini mendapat respons positif dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk kalangan aktivis muda. Koordinator Penerus Banten, Egi Hendrawan, memberikan apresiasi tinggi atas peluncuran aplikasi ini. Menurutnya, Samsat Ceria adalah jawaban atas keluhan birokrasi yang selama ini dinilai memakan waktu.

"Kami sangat mengapresiasi langkah konkret Pemprov Banten dan Bapenda. Ini adalah kado nyata bagi masyarakat Banten, khususnya anak muda yang menginginkan segala sesuatunya serba praktis dan cepat. Tidak ada lagi alasan malas bayar pajak karena antrean panjang," kata Egi Hendrawan saat dihubungi.