Kabarindoraya.com  | Bogor – Proses seleksi jajaran Direksi Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor telah memasuki babak akhir. Berdasarkan hasil seleksi Panitia Seleksi (Pansel) yang kini telah diusulkan ke Kemendagri, dukungan mengalir deras dari berbagai elemen pemuda dan mahasiswa di Kota Bogor. Mereka menilai keputusan Walikota Bogor dalam memilih tiga nama terbaik merupakan langkah objektif demi kemajuan pelayanan publik.

Menjaga Marwah Profesionalisme

Ketua DPD Gema Kosgoro Kota Bogor, Ajid Letno, menegaskan bahwa proses yang dijalankan oleh Pansel telah memenuhi kaidah transparansi dan profesionalisme. Menurutnya, tiga nama yang muncul merupakan representasi dari kompetensi terbaik yang dibutuhkan oleh perusahaan daerah air minum tersebut.

"Kami di Gema Kosgoro melihat proses ini sudah on the track. Walikota Bogor telah bertindak bijak dengan menyerap hasil kerja Pansel yang kredibel. Tidak ada alasan untuk meragukan integritas proses ini, karena yang kita butuhkan adalah keberlanjutan inovasi di Tirta Pakuan," ujar Ajid dalam keterangannya, Sabtu (28/2).


Ajid menambahkan, dukungan ini diberikan karena publik menginginkan stabilitas di tubuh BUMD. "Jangan sampai agenda pelayanan masyarakat terganggu oleh dinamika yang tidak perlu. Kami mendukung penuh Walikota untuk segera melantik figur-figur yang sudah teruji ini," tegasnya.

Suara Mahasiswa: Transformasi Layanan adalah Harga Mati

Senada dengan hal tersebut, Suhendi, Ketua Kesatuan Mahasiswa Nasional, memberikan sudut pandang dari kacamata intelektual muda. Ia menyebutkan bahwa mahasiswa Bogor akan mengawal ketat hasil seleksi ini agar benar-benar berdampak pada kualitas layanan air bersih bagi warga.

"Sebagai mahasiswa, kami memandang pemilihan ini bukan sekadar pergantian kursi, tapi soal transformasi. Kami melihat tiga nama yang diusulkan Walikota ke Kemendagri adalah sosok yang punya kapasitas teknokratis," ungkap Suhendi.

Ia juga menekankan bahwa keputusan Walikota Bogor adalah bentuk keberanian dalam mengambil kebijakan yang berbasis data (merit system).

"Kami berdiri bersama Walikota selama keputusan tersebut berpihak pada rakyat. Hasil Pansel ini adalah produk ilmiah dan profesional. Mahasiswa tidak ingin Tirta Pakuan jadi ajang politik, kita ingin ahli yang bekerja di sana. Keputusan Walikota sudah sangat tepat dan progresif," tambah Suhendi.