Kabarindoraya.com | Cileungsi - Beberapa jurnalis yang tengah melakukan liputan korban ambruknya atap SMKN 1 Cileungsi merasa kecewa dengan manajemen RS Radjak Hospital. Pasalnya pihak manajemen melarang media untuk meliput dan mengambil gambar para siswa yang menjadi korban ambruknya atap SMKN 1 Cileungsi.
‎
‎"Kami kecewa dengan sikap dari RS Radjak karena melarang wartawan meliput para korban. Padahal korban banyak dibawa ke RS Radjak," ungkap Andri Sepriadi salahsatu wartawan yang meliput di RS Radjak.
‎
‎Ia mengaku, pihak keamanan rumah sakit melarang para jurnalis untuk mengambil gambar dan meminta keterangan dari para korban dengan alasan belum ada izin dari direktur.
‎
‎"Kami sudah minta perwakilan rumah sakit untuk memberikan keterangan tapi tidak ada yang mau memberikan keterangan. Kami meminta izin juga ternyata tidak ada yang memberikan izin," tukasnya.(Red Taofik)

