Kabarindoraya.com | Bogor - Ada yang berbeda dengan proyek Infrastruktur di Desa Wanaherang. Pasalnya, pembangunan infrastruktur yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 435 juta dibangun di lokasi yang tidak dilintasi oleh warga atau lokasi yang dapat menunjang mobilitas ekonomi dan sosial masyarakat. Pemdes Wanaherang mengalokasikan pembangunan infrastruktur di lokasi jalan buntu dan dekat dengan lokasi industri.
‎
‎Hal itu dilakukan dengan alasan jika pembangunan jalan tersebut guna menunjang aktivitas pengelolaan sampah lantaran Pemdes berencana membangun Tempat Pengelolaan Sampah. Namun, fakta di lapangan terlihat jika di lokasi tersebut tidak ada infrastruktur yang menandakan kesiapan pemdes untuk membangun TPS.
‎

‎"Jalan ini buntu, ujung nya sungai dan tidak ada satu pun rumah warga. Jdi tidak ada aktivitas warga yang akan menggunakan jalan ini. Padahal, masih banyak jalan rusak di Desa Wanaherang yang rusak dan butuh perbaikan. Ini jelas mubazir," kata Pengurus LSM Penjara Indonesia, Jimmy Valiant kepada wartawan.
‎
‎Menurut dia, pengalokasian bantuan keuangan infrastruktur dari Pemda Bogor harus mengedepankan manfaat dan penunjang produktivitas masyarakat.Â
‎
‎"Tidak ada satu pun pemukiman warga disini. Warga juga tidak ada yang melintas. Lihat saja, proyek dengan anggaran hampir setengah miliar ini cuma jadi tempat parkir motor karyawan MTLB," tukasnya.Â
‎
‎Jimmy mengatakan, rencana Pemdes membangun TPS kemudian membangun jalan dengan anggaran bantuan keuangan merupakan hal yang prematur. Pasalnya di lokasi tidak terlihat kesiapan infrastruktur sebuah TPS.
‎
‎"TPS nya dulu siapkan baru bangun jalan nya. Ini belum ada TPS tapi jalan sudah dibangun dengan anggaran begitu besar. Kalau TPS baru ada tahun depan, maka selama setahun proyek jalan ini mubazir dan cuma jadi tempat parkir karyawan," tegasnya.(Redaksi Taofik SA)
‎
‎

