Kabarindoraya.com | Tebing Tinggi - Kota Tebing Tinggi Provinsi Sumatera Utara bergejolak, rakyat bergerak ke DPRD Kota Tebing Tinggi,meminta para anggota DPRD gunakan hak interpelasi.

Ditemui Jufri syafrizal Senin (19/1), Kordinator aksi damai  ditengah giat orasinya, didepan halaman kantor DPRD Jalan Dr.Sutomo Kota Pematang Siantar, mengatakan.

" Kami hari ini dari beberapa elemen masyarakat, menyerukan, kepada 25 orang anggota DPRD dan mendesak, agar mereka mengunakan hak interpelasi atas dugaan kecurangan beberapa kegiatan infrastruktur, Pilkepling, juga nepotisme dan familytisme, yang kami duga dilakukan walikota Tebing Tinggi, " tegasnya.


Atas segala dampak sosial yang berkembang, kami merasa resah, sepertinya Walikota Tebing Tinggi tidak peduli akan situasi juga interpensi di kehidupan masyarakat.

" Terimakasih kepada ketua dan anggota DPRD Kota Tebing Tinggi,yang sudah menerima RDP kami, kami tidak mau omon-omon tapi mereka harus, menyikapi dan bertindak, diantaranya hak interpelasi harus dipakai untuk memagil Wali Kota, " tegasnya.

Lanjutnya, dengan situasi seperti ini, Wali Kota, kok kayak tutup mata, tutup telinga, dengan seyumnya meresmikan pasar baru, seperti tak ada beban, pencitraan.

" Kami terus menyuarakan aspirasi masyarakat, atas ketidak adilan dan interpretasi, interpensi, membuat masyarakat mosi tidak percaya akan wali kotanya, " tegasnya.