Kabarindoraya.com | Leuwiliang - Dipicu banyaknya jalan berlubang mulai dari sekitaran area Terminal Leuwiliang, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, hingga kebeberapa titik di jalan Lingkar Galuga, Cibungbulang, membuat sekumpulan Pedagang Kaki Lima (PKL) berserta Jajaran petugas Dishub Terminal Tipe B Leuwiliang, akhirnya berinisiatip melakukan pengurugan pada lubang lubang jalan yang dinilai berbahaya bagi para pengendara yang lewat.
Selain itu, inisiatif pengurugan lubang jalannya juga timbul akibat seringnya kawasan Leuwiliang diguyur Hujan, sehingga sering menimbulkan genangan air yang menutup badan jalan .
"Selama tiga hari berturut turut Kami jajaran Dishub Terminal Leuwiliang Tipe B Propinsi Jawa Barat bersama paguyuban Pedagang Kaki Lima Terminal, berinisiatif melakukan pengurugan pada lubang jalan yang ada disekitar area jalan lingkar Leuwiliang Galuga yang ada didalam Terminalnya, jika dibiarkan, maka akan berbahaya bagi pengendara yang lewat",kata Wahyu Hidayat Kepala Terminal Leuwiliang kepada Kabarindo Raya, Selasa (25/08/2025).

Menurut dia, inisiatif pengurugan lubang jalan dijalur Utama Terminal menuju jalan Lingkar Galuga, merupakan hasil swadaya, sekaligus bentuk apresiasi atas kepedulian terminal dan PKL terhadap kepentingan masyarakat umum.
"Alhamdulilah, selama tiga hari dilakukan pengurugan menggunakan puing puing maupun menggunakan bebatuan split, semua berjalan lancar tanpa kendala, dan kini para pengendara yang lewat akan merasa nyaman",tukasnya.
Aswin, pengendara roda empat yang berhasil ditemui Kabarindo Raya.com menambahkan, dengan sudahnya dilakukan pengurugan oleh petugas Terminal Leuwiliang pada lubang lubang jalan yang sebelumnya mengganggu kendaraan yang melintas, kini ia mengaku merasa nyaman.
"Agar diketahui, siapakah Biang keladi atas rusaknya jalan lingkar disekitaran area terminalnya, tak lain adalah kendaraan truk Dumb over kapasitas memuat batu dan tanah yang setiap hari masuk melalui area terminalnya",pungkasnya. (Jefri Sukapura)

