Kabarindoraya.com | Bogor - Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Antar Waktu (PAW) Singajaya, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, bukan sekadar ajang kompetisi politik, melainkan momentum penting untuk menentukan arah pembangunan dan masa depan masyarakat.
‎
‎Tokoh masyarakat setempat, Ujat Hermawan atau akrab disapa Uje, yang juga Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Singajaya memberikan pesan bijak kepada para pemilih agar lebih cermat dalam menentukan pilihan. Menurutnya, masyarakat harus memilih pemimpin yang benar-benar memiliki karakter dan hati nurani, bukan sekadar pandai memberikan janji.
‎
‎“Mencari pemimpin ideal memang tidak mudah. Yang kita butuhkan adalah sosok yang siap mengabdi 24 jam untuk rakyatnya, mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi atau kelompok, tidak ambisius terhadap harta, menjauhi praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta berani mengambil risiko demi rakyat,†ujar Uje.
‎
‎Ia menegaskan, meskipun sulit, calon pemimpin dengan kriteria tersebut tetap ada, meski seringkali terhambat oleh minimnya dukungan dan biaya politik. Karena itu, Uje mengingatkan masyarakat agar tetap optimistis dan selektif dalam memilih.
‎
‎“Masyarakat jangan sampai salah pilih. Pilihlah pemimpin yang dibutuhkan, bukan sekadar yang diinginkan. Lihat keteladanan Umar bin Khattab, khalifah yang adil, peduli rakyat, dan tegas menolak korupsi. Itu contoh nyata pemimpin sejati,†tambahnya.
‎
‎Lebih lanjut, Uje menyoroti bahaya calon pemimpin yang sejak awal sudah menunjukkan indikasi perilaku koruptif. Menurutnya, praktik “balas jasa†politik melalui pembagian proyek kerap menjadi pintu masuk terjadinya korupsi sejak awal masa jabatan.
‎
‎“Pemimpin seperti ini yang harus dihindari. Kita butuh kepala desa yang ikhlas bekerja, mau dikritik, dan benar-benar menepati janji yang diucapkan saat kampanye. Jangan sampai rakyat dijadikan sapi perahan dengan kebijakan yang tidak pro-rakyat,†tegasnya.
‎
‎Uje menutup pesannya dengan imbauan agar seluruh masyarakat Singajaya menggunakan hak pilihnya secara bijak. “Pilihlah pemimpin yang berkarakter, berhati nurani, dan bukan calon yang otoriter atau anti kritik. Hanya dengan begitu desa kita bisa maju dan masyarakat sejahtera,†pungkasnya.(Taofik SA)

