Kabarindoraya.com  | Bogor  - Alih-alih menjalankan fungsi pelayanan publik dan bersikap terbuka terhadap kritik, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Bogor, beserta jajarannya, diduga menunjukkan sikap arogan bak preman.

Peristiwa ini menimpa wartawan berinisial PJ yang menjadi korban kekerasan dan pencekikan yang dilakukan oleh Pengawas DPUPR berinisial H di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kabupaten Bogor, pada Rabu (12/11/2025).

Keributan diduga berawal ketika Ketua Lembaga Kemitraan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (LKPPM) berinisial G melakukan konfirmasi terkait proyek kepada Kabid Irigasi DPUPR Kabupaten Bogor. Namun, sesi konfirmasi terganggu oleh kehadiran D, yang mengaku sebagai ajudan Kabid.

PJ kemudian berupaya meluruskan persoalan antara G dan D, namun justru menjadi korban kekerasan dan pencekikan oleh H. H berdalih tindakannya bertujuan untuk memisahkan pihak-pihak yang ribut.

PJ melaporkan bahwa ia mengalami luka merah di lehernya dan merasa keselamatannya terancam. Sementara H terduga pelaku pencekikan membantah telah mencekik PJ, namun rekaman video berdurasi 4 menit 30 detik menunjukkan bahwa H adalah pihak yang pertama kali melakukan pencekikan terhadap PJ.

Saat terjadinya keributan Kepala Dinas PUPR dilaporkan menghampiri lokasi kejadian dan memanggil G dan PJ untuk masuk ke sebuah ruangan. Namun, pertemuan tersebut malah memperbesar masalah, di mana Kepala Dinas diduga menyudutkan PJ sebagai pemicu keributan," imbuh PJ.

PJ menuturkan bahwa ia merasa terintimidasi oleh Kepala Dinas dan sangat menyayangkan sikap pimpinan OPD tersebut. Ia uga  berharap penuh kepada Bupati Bogor agar segera menindak lanjuti persoalan serius ini dengan sanksi tegas," pungkasnya.

Sampai berita ini tayang belum ada klarifikasi dari Kadis PUPR.