Kabarindoraya.com | Bogor -Pilar Foundation secara resmi meluncurkan Inkuba-Z Project 2026, sebuah program kelas kewirausahaan intensif yang dirancang khusus untuk memberdayakan Generasi Z. Mengusung tema "Gen Z Berdaya, Gen Z Berwirausaha", acara pembukaan ini menandai dimulainya perjalanan inkubasi bagi para pemuda untuk menjadi pribadi yang mandiri, kreatif, dan siap bersaing di dunia bisnis.

Ketua Pilar Foundation, Shaliha Azzahra, dalam sambutannya menekankan bahwa Inkuba-Z bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan sebuah wadah pembinaan.

"Inkuba-Z merupakan program kelas kewirausahaan terbaru dari pilar foubdation yang dirancang khusus untuk genersi muda, khususnya gen Z agar mampu menjadi pribadi yang mandiri dan kreatif. Kami ingin membentuk tidak hanya keterampilan teknis, tetapi juga ide dan mentalitas kewirausahaan yang kuat. Melalui program ini, Gen Z akan didampingi untuk mengembangkan potensi mereka hingga mampu menciptakan unit usaha yang berdampak," ujar Shaliha Sabtu, 0 Februari 2026.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Ummi Wahyuni, Komisioner KPU Jawa Barat. Dalam arahannya, beliau menyoroti pentingnya peran pemuda dalam kemandarian ekonomi. 

"Saya sangat mengapresiasi Pilar Foundation yang telah memfasilitasi kelas yang terstruktur dan aplikatif ini sebagai langkah konkret mencetak wirausahawan muda yang tangguh. Dengan kurikulum yang relevan dengan dunia industri saat ini, program ini menjadi jembatan penting untuk mentransformasi potensi kreatif anak muda menjadi kemandirian ekonomi. Kita butuh lebih banyak aksi nyata seperti ini untuk mencetak pengusaha muda yang tidak hanya berdaya secara personal, tapi juga berdampak bagi masyarakat luas," ungkap Ummi Wahyuni.

Sebagai bagian dari kurikulum hari pertama, Bapak Dedin, Direktur Utama Bank Syariah BTB, hadir sebagai pemateri utama. Berdasarkan paparan materi "Literasi & Inklusi Keuangan Syariah Bersama Pilar Foundation", Bapak Dedin menekankan bahwa kunci utama menjadi pengusaha sukses bukan dimulai dari modal uang, melainkan dari kekuatan mindset. Berikut adalah poin-poin utamanya:

Mindset Kemandirian: Mengubah orientasi dari sekadar mencari pekerjaan (job seeker) menjadi pencipta peluang kerja (job creator) yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

Mentalitas Tangguh (Resilience): Wirausahawan harus memiliki daya tahan tinggi. Beliau menyoroti bahwa UMKM adalah pilar ekonomi yang paling fleksibel dan tahan guncangan, namun hal ini hanya bisa dicapai jika pengusahanya memiliki mental yang tidak mudah menyerah.

Mindset "Prudential" (Kehati-hatian): Dalam mengelola bisnis, seorang pengusaha harus menerapkan prinsip kehati-hatian. Ini termasuk kemampuan menganalisis risiko, memahami kebutuhan vs keinginan, serta memiliki integritas (Character) yang kuat dalam menjalankan usaha.

Mindset Syariah & Integritas: Berbisnis bukan hanya soal untung rugi, tapi juga soal keberkahan. Memiliki pola pikir yang jujur dan sesuai prinsip syariah akan membangun kepercayaan (trust) dari perbankan dan investor.