Kabarindoraya.com I| atu Bara - Sangat miris memang, warga Blok 8 Kelurahan Lima Puluh Kota Kecamatan Lima Puluh Kabupaten Batu Bara.

Pasalnya sudah menjadi langganan air yang disuplai dari Perusahaan air minum daerah(PDAM )Tirta Tanjung milik Pemda Kab Batu Bara ini, hampir setiap saat suplai airnya terhenti alias mati.

Dayar warga Blok 8 Kelurahan Lima Puluh Kota belum lama ini ditemui,kepada jurnalis ini, sedikit mengelu, tetkait PDAM Tirta Tanjung yang selalu mati alias tidak mengalir.

" Kami sekeluarga kan sangat butuh air, untuk keperluan rumah tangga sehari-hari, apa lagi saya juga kan berdagang. Dengan sangat terpaksa akhirnya untuk memenuhi kebutuhan air kami ngebor, " jelas Dayar kecewa.

Info yang dirangkum Jurnalis media ini didapat bahwa , Air PDAM Tirta Tanjung yang mati sekitar empat hari membuat warga Kelurahan Lima Puluh, Kab.  Batu Bara padam,ini membuat warga  berniat mandi di Kantor Bupati Batu Bara.

“Jangan sepelekan kami orang Lima Puluh, bukan hanya mandi tapi buang air besar pun kami mungkin numpang di Kantor Bupati karena cuma di situ yang ada air untuk membersihkannya,” ujar M Simatupang yang mengeluhkan tidak adanya kebutuhan dasar manusia yaitu air yang sebelumnya dipasok PDAM Tirta Tanjung unit Lima Puluh, Sabtu, (25/04/2026).

Menurut informasi yang diterima menyebutkan, pemutusan arus listrik oleh PLN ULP Lima Puluh mengakibatkan terputusnya aliran air PDAM di Kel. Lima Puluh Kota, Kec. Lima Puluh, Kab. Batu Bara.

Ditempat terpisah Pairan masih warga Blok 8, percis depan lapangan bola Lima Puluh kediamannya mengatakan.

" Dengan sangat kecewa kami berlangganan air di PDAM Tirta Tanjung, pelayananya kurang maksimal, terpaksa walau dengan biaya mahal kami ngebor, demi mendapatkan air, " jelasnya.