Kabarindoraya.com | Bogor - Rabu 10/09/2025 menjadi hari yang tidak akan terlupakan bagi puluhan siswa SMKN 1 Cileungsi. Pasalnya, ditengah menjalani proses belajar, mereka dikagetkan dengan runtuhnya atap bangunan yang menimpa puluhan siswa tersebut. Padahal situasi saat itu tidak ada hujan atau angin besar yang bisa menjadi pemicu robohnya atap bangunan. Hal itulah membuat banyak pihak berspekulasi mengenai penyebab utama robohnya atap bangunan adalah karena kesalahan konstruksi dan penggunaan material yang tidak sesuai. Karena bangunan tersebut dikerjakan pada 2017.
‎
‎"Robohnya sekitar jam 9.30 saat itu saya lagi ikut kegiatan sosialisasi industri di ruang pojok. Tiba-tiba atap kelas roboh dan menimpa temen-temen yang lagi di dalam kelas," ujar Iza salahsatu siswa SMKN 1 Cileungsi yang juga menjadi korban.
‎
‎Menurut dia, ada tiga ruang kelas yang atap bangunannya runtuh. Dimana pada saat peristiwa tersebut semua siswa sedang mengikuti proses pembelajaran.
‎
‎"Ada 30 an yang menjadi korban tertimpa dan mengalami luka-luka," ujarnya.
‎
‎Sementara itu, Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison mengatakan, pihaknya tengah melakukan penyelidikan terkait runtuhnya atap bangunan SMKN 1 Cileungsi.
‎
‎"Proses evakuasi sudah dilakukan, sembilan ambulance disiagakan untuk melakukan penanganan korban," ujarnya.
‎
‎Menurutnya, dari hasil pendataan, setidaknya ada 18 korban yang masih di rawat di rumah sakit.
‎
‎17 siswa di RS Thamrin, 1 siswa di RS Merry Cileungsi," tukasnya.
‎
‎(redaksi Taf)
‎
‎
‎