Kabarindoraya.com | Batu Bara-  Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., secara resmi membuka kegiatan Pesantren Kilat Ramadan 1447 H yang diselenggarakan di UPTD SMP Negeri 1 Datuk Lima Puluh. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Dinas Pendidikan Kabupaten Batu Bara, PGRI Kabupaten Batu Bara, BAZNAS Kabupaten Batu Bara, serta Rumah Informasi dan Edukasi (RIE) Batu Bara, Jumat (27/2/2026).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pembina RIE Doli Kurnia Tanjung, Pendiri RIE H. Yusriadi Sitorus, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Wali Wala Sagala, Ketua BAZNAS Khaidir Jumuah, Camat Datuk Lima Puluh, Plt. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata, serta Ketua PGRI Kabupaten Batu Bara Drs. Idris.

Pesantren kilat tahun ini mengusung tema “Membentuk Generasi Kuat, Taat, dan Bermartabat”, dengan jumlah peserta sebanyak 134 siswa. Kegiatan berlangsung selama tiga hari dan dilaksanakan di empat titik, yakni Kecamatan Datuk Lima Puluh, Sei Suka, Talawi, dan Sei Balai.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Az-Zikri, dilanjutkan dengan sambutan dari Pembina RIE Batu Bara, Ahmad Doli Kurnia Tanjung. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pesantren kilat memiliki peran penting dalam mengisi bulan suci Ramadan dengan kegiatan yang bermanfaat.


“Pesantren kilat ini sangat penting, terlebih saat kita menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperbanyak kebaikan dan keberkahan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Batu Bara Baharuddin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan Pesantren kilat ini. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, organisasi profesi guru, BAZNAS, dan lembaga sosial pendidikan menunjukkan bahwa membangun generasi merupakan tanggung jawab bersama.

Bupati Baharuddin menegaskan bahwa pesantren kilat menjadi sarana strategis untuk memperdalam nilai-nilai keagamaan selama bulan Ramadan, sekaligus meningkatkan kualitas ibadah seperti membaca Al-Qur’an, melaksanakan salat malam, berzikir, serta menjaga ketepatan waktu salat.

Lebih lanjut, dirinya menekankan bahwa pendidikan agama dan pembinaan karakter harus menjadi prioritas utama, terutama di era digital yang berkembang pesat. Arus informasi yang cepat dan tanpa batas, menurutnya, membawa manfaat besar, tetapi juga menghadirkan tantangan moral yang tidak ringan bagi generasi muda.

“Pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, perundungan siber, hingga degradasi etika merupakan ancaman nyata. Oleh karena itu, sekolah tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu, tetapi juga wadah pembentukan karakter dan kepribadian,” tegasnya.

Bupati Baharuddin juga berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti kegiatan pesantren kilat dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab, sehingga dapat keluar dengan bekal ilmu dan akhlak yang lebih baik.