Kabarindoraya.com | MEKKAH - Cuaca kota Mekah mulai memanas setidaknya untuk pagi 28 derajat celcius, 41 derajat disiang hari, sore 37 derajat dan malam 34 derajat. Untuk mengantisipasi cuaca tersebut Calon jemaah haji (Calhaj) kloter 03 JKS mulai melaksanakan kegiatan rangkaian haji di pagi hari, seperti yang dilakukan oleh jemaah JKS 03 dengan melaksanakan kegiatan umrah sunnah dengan mengambil miqot di kawasan Tan,im.
Ketua Kloter JKS 03 Ade Irawan mengatakan, sehubungan cuaca kota mekah mulai panas tentu ini menjadi tantangan tersendiri bagi para Calhaj agar tetap eksis dan bisa melaksanakan rangkaian kegiatan ibadah selama di Mekah makanya untuk kegiatan ibadah jemaah terutama untuk umroh sunah nya di pagi atau malam hari.
"Karena cuaca mulai panas apalagi siang hari makanya kita infokan agar kegiatan ibadahnya seperti umroh dilaksanakan di pagi hari atau malamnya," kata Ade.
Tak hanya itu, pria yang akrab disapa Gushai ini menjelaskan, kondisi kota mekah secara pengamanan pun kini mulai ketat, hampir setiap jemaah yang datang atau akan masuk mekah pasti diperiksa untuk kelengkapan identitasnya karena harus memiliki kartu Nusuk.

"Masuk mekah ataupun mau masuk masjidil Haram wajib bawa kartu Nusuk sebagai satu-satunya kartu identitas jemaah haji, kalau tidak ada ya akan sulit beraktivitas," bebernya.
Untuk seluruh Calhaj asal Kabupaten Bogor alhamdulillah dalam kondisi sehat baik yang ada di JKS 03 dan 07 yang kebetulan bersebelahan Hotelnya karena sama-sama berada di kawasan Misfalah.
"Kondisi Jemaah alhamdulillah sehat, utamanya asal Kab bogor yang saat ini sudah masuk ada JKS 03 dan 07. Minta doanya dari warga Kab Bogor agar kita semua sehat dan bisa melaksanakan puncak haji 25 Mei mendatang, doanya ya," pintanya.
Sebagai informasi, Masjid Aisyah di kawasan *Tan'im* dijadikan salah satu tempat miqat umrah bagi orang yang sudah berada di Kota Makkah karena berkaitan langsung dengan peristiwa pada masa Nabi Muhammad dan istrinya, *Aisyah binti Abu Bakar.*
Peristiwanya terjadi saat Haji Wada’ tahun 10 Hijriah. Ketika rombongan selesai menunaikan haji, *Aisyah merasa sedih karena beliau mengalami haid sebelum sempat menyelesaikan umrah secara terpisah sebagaimana jamaah lain.* Atas permintaannya, Nabi Muhammad memerintahkan saudaranya, Abdurrahman bin Abu Bakar, untuk menemani Aisyah *keluar dari wilayah Tanah Haram menuju Tan’im* agar *mengambil miqat dari sana, lalu berihram untuk umrah.*
Karena itulah *Tan’im kemudian dikenal sebagai tempat miqat bagi penduduk Makkah* atau *orang yang sudah berada di Makkah tetapi ingin melakukan umrah lagi.* Tempat itu menjadi titik terdekat *di luar batas Tanah Haram dari Masjidil Haram.* Secara fikih, orang yang ingin umrah harus memulai ihram dari luar wilayah Haram. Sedangkan jamaah yang sudah berada di Makkah berada di dalam kawasan Haram, sehingga mereka harus keluar terlebih dahulu ke daerah Hill (luar Haram).

