Kabarindoraya.com | Cibinong – Aliansi Masyarakat Cigudeg, Rumpin, Parungpanjang (AMCRP) yang dipimpin Dani Murdani menyampaikan pernyataan sikap resmi terkait dampak penutupan kegiatan pertambangan di wilayah Bogor Barat. Penutupan ini telah menimbulkan krisis sosial-ekonomi yang berkepanjangan, sementara penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) dinilai tidak transparan dan belum optimal.
Dampak Penutupan Tambang
- Ribuan pekerja kehilangan mata pencaharian (driver, buruh, mekanik, dan lainnya).
- Roda ekonomi masyarakat lokal terhenti.
- Usaha yang telah berjalan bertahun-tahun menghadapi ketidakpastian.
- Penyaluran Bansos tidak tepat sasaran dan minim transparansi.
“Sudah tujuh bulan rakyat menunggu kepastian. Pemerintah harus hadir, bukan abai. Ini soal isi perut dan keberlangsungan hidup,” tegas Dani Murdani, pemuda asal Batuajar, Cigudeg.
Tuntutan AMCRP:
1. Kepastian hukum atas hasil audit investigasi pertambangan di Cigudeg, Rumpin, dan Parungpanjang.
2. Pemerintah segera mengizinkan kembali operasional tambang yang legal dan sesuai aturan.

.png)