Kabarindoraya.com | Bogor - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, membuka sosialisasi Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Hibah Bansos Bidang Pendidikan Tahun 2025, di Gedung PPIB Kota Bogor, Jalan Pajajaran, Senin (29/9/2025).

Diikuti oleh 117 lembaga MTs dan MI se-Kota Bogor, Denny Mulyadi mengimbau para penerima hibah agar mampu membuat dan menyerahkan laporan pertanggungjawaban tepat waktu. 

“Setelah menerima, tentunya harus ada bentuk pertanggungjawaban sesuai mekanisme dan tepat waktu atau tidak ditunda-tunda lagi. Ini yang kita tekankan. Laporan jangan terlalu banyak variasinya, yang penting dibuat sesuai aturan dan sesuai tenggat waktu," ujar Denny Mulyadi. 

Ia menegaskan, agar tertib administratif terkait pertanggungjawaban uang rakyat untuk rakyat oleh rakyat yang dikelola oleh Pemkot.

Mengingat akhir tahun tinggal menyisakan tiga bulan lagi, Denny Mulyadi menekankan agar proses administrasi selesai tepat di akhir Desember dan tidak melewati tahun 2025. 

Jika terlambat menyerahkan laporan pertanggungjawaban, lembaga akan dikenakan sanksi berupa penundaan selama tiga tahun tidak boleh menerima BOS. Karena itu, diperlukan pengawasan dan pengawalan dari pihak-pihak terkait.

Pada tahun 2025, hibah bansos yang diberikan Pemkot Bogor kepada MI, MTs, dan MTs Negeri di bawah kewenangan Kemenag, dijelaskan Denny Mulyadi, kurang lebih sebesar Rp7,8 miliar. 

Ia berharap bantuan tersebut bisa termanfaatkan dengan baik oleh para siswa.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Bogor, Abdul Wahid, menerangkan bahwa sosialisasi LPJ penerima hibah yaitu BOS MTs dan MI, jumlahnya kurang lebih Rp7,8 miliar yang digulirkan untuk 117 lembaga MTs dan MI se-Kota Bogor.