Kabarindoraya.com | Rumpin Bogor - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Rumpin dalam beberapa hari terakhir menyebabkan debit air Sungai Citempuhan meningkat tajam. Akibatnya, Jembatan Gobang yang menghubungkan Kampung Gobang dengan Kampung Tarisi di Desa Gobang ambruk pada Kamis (16/4/2026).
Sehari sebelumnya, jembatan yang berada di RT 01 RW 04 itu dilaporkan mengalami retak di bagian tengah. Namun pada Rabu (15/4), kondisi konstruksi memburuk hingga tiang penyangga utama patah dan akhirnya terbawa derasnya arus sungai.
“Tiang penyangga utama patah karena tak kuat menahan derasnya arus air yang meluap. Badan jembatan pun ambruk dan tak bisa dilalui,” jelas Andi Sumardi, Ketua Tim Kedaruratan BPBD Kabupaten Bogor.
Camat Rumpin, Icang Aliudin, menambahkan bahwa ambruknya jembatan disebabkan material yang terbawa arus menghantam konstruksi. Meski demikian, akses warga tidak sepenuhnya lumpuh karena masih ada jembatan gantung lama di dekat lokasi. Namun, jembatan gantung tersebut memiliki keterbatasan kapasitas dan lebar sehingga penggunaannya harus dibatasi.
“Jembatan Gobang-Tarisi merupakan urat nadi warga untuk aktivitas harian: ke sekolah, pasar, kebun, dan berbagai kebutuhan lain. Saat ini mobilitas warga terbatas,” ungkap seorang warga.
Masyarakat berharap pemerintah segera melakukan penanganan darurat, seperti pemasangan jembatan bailey, agar akses logistik dan kebutuhan darurat tetap terjamin.

.png)