Kabarindoraya.com  |  Jakarta  - 02 Desember 2025 – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni kembali diterpa badai kritik keras menyusul serangkaian kontroversi yang dinilai mencoreng integritas pejabat publik dan mempertanyakan efektivitasnya dalam menjaga ekologi nasional.

Sorotan publik memuncak setelah bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera akhir November 2025, yang disinyalir kuat akibat deforestasi masif,

​Akumulasi blunder ini dinilai oleh pengamat kebijakan publik telah melampaui batas toleransi politik dan etika, sehingga memunculkan desakan mendesak agar Presiden segera melakukan reshuffle.

Jejak Kontroversi Raja Juli Antoni

​1. Blunder Etika: Main Domino dengan Eks Tersangka Pembalakan Liar, ​Kontroversi pertama muncul pada awal September 2025, ketika foto Menhut Raja Juli Antoni tengah bermain domino bersama Azis Wellang, individu yang merupakan eks tersangka kasus pembalakan liar, viral di media sosial.

​Meskipun Raja Juli telah memberikan klarifikasi bahwa ia tidak mengenal Azis Wellang dan tidak membahas kasus kehutanan, klarifikasi tersebut dianggap tidak cukup untuk meredam kritik.

​“Tindakan ini adalah blunder etika yang fatal. Terlepas dari status hukum Azis Wellang yang sempat dibatalkan, foto tersebut secara simbolik merusak citra Kementerian Kehutanan di mata publik, seolah-olah pejabat tinggi negara memiliki kedekatan dengan pihak yang terindikasi merusak hutan,” ujar salah satu anggota DPR kala itu.

​2. Kegagalan Kinerja: Banjir Bandang dan Hujatan Netizen

​Kontroversi simbolik ini diperparah dengan bencana ekologis yang menelan ratusan korban jiwa di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025.