Kabarindoraya.com  | Nanggung – Di Kampung Citumbuk, Desa Cisarua, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, jalan rusak bukan sekadar persoalan infrastruktur. Bagi warga, kondisi jalan berbatu dan tidak rata itu sudah menjadi bagian dari keseharian yang penuh risiko.  

Setiap minggu, cerita tentang kecelakaan lalu lintas kembali terdengar. Motor tergelincir di jalur menurun, mobil oleng saat melintasi permukaan licin, bahkan ada kendaraan yang terguling. “Kami sudah terbiasa mendengar kabar ada yang jatuh. Rasanya miris, tapi mau bagaimana lagi,” ungkap seorang warga dengan nada pasrah.  

Kerusakan jalan diperparah oleh saluran drainase yang tersumbat tanah. Air yang meluap ke badan jalan menggerus struktur, membuat permukaan semakin rapuh. Bagi warga, ini bukan sekadar jalan rusak, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan.  

Di tengah keresahan itu, muncul sosok Koharudin, Ketua KNPI Kecamatan Nanggung, yang akrab disapa Koko. Ia menjadi suara lantang masyarakat, mendesak pemerintah daerah segera turun tangan. “Perbaikan harus dilakukan secara menyeluruh. Jangan sampai korban terus berjatuhan setiap minggu,” tegasnya. Selasa (28/04/2026).  

Koko bukan hanya bicara soal jalan. Ia menekankan pentingnya rekonstruksi yang dibarengi pembenahan sistem irigasi. Baginya, jalan yang layak adalah hak warga, bukan sekadar fasilitas.  

Harapan masyarakat sederhana: mereka ingin bisa beraktivitas tanpa dihantui rasa cemas. Jalan yang aman berarti anak-anak bisa berangkat sekolah dengan tenang, pedagang bisa mengangkut hasil bumi tanpa takut terguling, dan warga bisa menjalani hidup dengan lebih damai.  

Kini, mata warga Citumbuk tertuju pada pemerintah Kabupaten Bogor. Mereka menunggu langkah konkret, bukan sekadar janji. Jalan rusak ini telah lama menjadi luka, dan setiap hari yang berlalu tanpa perbaikan adalah risiko baru yang mengintai.**