Kabarindoraya.com | Jakarta – Pembentukan Holding Ultra Mikro (UMi) pada 2021 yang mengintegrasikan BRI, Pegadaian, dan PNM menjadi langkah strategis dalam memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat.
Melalui kolaborasi tersebut, PNM semakin memperkuat perannya dalam memberdayakan perempuan prasejahtera melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar).
Tak hanya menjangkau lebih banyak nasabah, integrasi dalam Holding UMi juga menghadirkan layanan yang lebih terintegrasi.
Dalam lima tahun terakhir, nasabah merasakan kemudahan dalam proses pengajuan pembiayaan, akses layanan keuangan yang lebih luas melalui berbagai kanal, hingga pilihan produk yang semakin beragam sesuai kebutuhan usaha.
Selain pembiayaan, nasabah juga mendapatkan pendampingan usaha yang lebih terstruktur. Dengan dukungan ekosistem yang saling terhubung, nasabah tidak hanya memperoleh modal usaha, tetapi juga pendampingan untuk mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.
Dampak positif Holding UMi terlihat dari meningkatnya jumlah nasabah Mekaar yang berhasil naik kelas. Berbagai program pemberdayaan mendorong nasabah memiliki kebiasaan menabung, meningkatkan literasi keuangan, hingga mengakses produk non-pinjaman seperti tabungan emas dan asuransi mikro.
Nasabah juga memperoleh akses ke marketplace serta berbagai pelatihan untuk meningkatkan kapasitas usaha. Seiring berkembangnya usaha dan meningkatnya disiplin keuangan, nasabah yang dinilai siap berkesempatan memperoleh pembiayaan dengan plafon yang lebih besar.
Secara data, jumlah nasabah Mekaar yang naik kelas meningkat signifikan dari 329.532 orang pada 2022 menjadi 2.579.407 orang pada 2025. Peningkatan ini mencerminkan semakin kuatnya kapasitas usaha dan kemampuan finansial para nasabah.
Di sisi lain, jumlah nasabah yang menjadi Agen BRILink juga mengalami pertumbuhan dari 69.016 orang pada 2022 menjadi 186.477 orang pada 2025. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan upaya peningkatan kualitas layanan dan aktivitas transaksi di tingkat masyarakat.
