Kabarindoraya.com | Sulbar - Suasana di jalan menanjak Desa Kopeang, Kecamatan Tapa Lang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, pada hari Selasa (24/3/2026) siang tak seperti biasanya. Bunyi tangisan yang memilukan bercampur dengan suara orang-orang yang berusaha menenangkan mengganggu kesunyian perbukitan yang terletak sekitar 18 kilometer dari pusat kecamatan.
Di tengah jalanan yang bergelombang dan berlubang akibat kerusakan parah, seorang wanita bernama Ratna dengan perut yang telah mengeras dan tanda-tanda akan segera melahirkan terpaksa berbaring di atas tanah yang hanya diberlapis satu helai sarung.
Dalam video yang kemudian viral di media sosial, Ratna tampak mengerang kesakitan, dikelilingi oleh sejumlah warga desa yang secara tak terduga harus berperan sebagai penolong persalinan darurat. Beberapa wanita mencoba menjaga kebersihan sekadar mungkin, sementara pria-pria di sekitarnya berusaha membuat lingkaran agar Ratna bisa mendapatkan sedikit privasi di tengah jalanan yang tandus.
Saat bayi akhirnya lahir dengan tangisan yang kuat, beberapa orang di lokasi tidak mampu menahan air mata menangis karena bahagia melihat kelahiran, tetapi juga menangis karena prihatin melihat kondisi yang harus dialami oleh seorang ibu yang hanya ingin melahirkan dengan aman.

MATAHUKUM MUKHSIN NASIR: INI BUKAN KASUS PERTAMA, DAN TIDAK BOLEH JADI YANG TERAKHIR
Melihat kondisi yang terjadi pada Ratna, Matahukum Mukhsin Nasir langsung mengeluarkan suara tegas, mengajak Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat untuk segera melakukan pemeriksaan mendalam terhadap Gubernur Sulawesi Barat Dr. Suhardi Duka. Menurut Mukhsin, kondisi jalan rusak yang menghambat akses menuju fasilitas kesehatan bukan hanya masalah infrastruktur semata, tetapi merupakan bentuk kelalaian yang berdampak langsung pada keselamatan dan nyawa masyarakat.
“Kita tidak bisa tinggal diam melihat ibu-ibu kita melahirkan di atas tanah, di tengah jalanan yang rusak – hanya karena pemerintah daerah tidak mampu atau tidak mau memperbaiki akses yang jelas sangat penting,” ujar Mukhsin kepada awak media, Minggu (29/3/2026).
“Kasih sayang kita terhadap ibu dan anak tidak boleh hanya sebatas slogan. Kita butuh tindakan nyata, dan yang pertama adalah menuntut pertanggungjawaban dari pihak yang berwenang.” tambah Mukhsin.
Mukhsin juga mengungkapkan bahwa kasus Ratna bukanlah kejadian tunggal. Beliau menyebutkan kasus serupa yang pernah terjadi di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, di mana seorang ibu hamil bernama Nina harus ditandu oleh suami dan beberapa warga sejauh 7 kilometer untuk mencapai rumah sakit, karena jalan menuju fasilitas kesehatan telah rusak selama puluhan tahun tanpa ada tindakan perbaikan.

.png)