Oleh ; Ghina Raudhatul Jannah,
Universitas Sumatera Utara
Semester 5, Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Tidak semua orang langsung tahu jalan suksesnya sejak awal. Ada yang perlu waktu untuk mengenal dirinya, menata langkah, dan berani mencoba hal baru. Helen, alumni Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU), adalah salah satu di antaranya. Ia membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari keberanian kecil untuk keluar dari zona nyaman.
Saat duduk di bangku SMA, Helen bukanlah sosok yang aktif di luar akademik. Ia lebih banyak menghabiskan waktu untuk belajar dan belum menemukan ketertarikan pada dunia organisasi maupun kegiatan sosial. Namun, segalanya berubah ketika ia memasuki dunia perkuliahan. Di kampus, Helen mulai membuka diri terhadap pengalaman baru, mencoba berbagai hal yang sebelumnya tak pernah ia bayangkan.
“Dulu saya bukan anak yang aktif, lebih suka belajar di kelas daripada ikut kegiatan. Tapi sejak kuliah, saya mulai sadar pentingnya pengalaman. Dari situ saya belajar bahwa aktif itu bukan cuma soal CV, tapi tentang bertumbuh dan memberi dampak,” ujarnya.
Lingkungan kampus yang dinamis mendorongnya untuk berkembang. Helen mulai aktif di organisasi, mengikuti pelatihan, dan terlibat dalam berbagai kegiatan sosial. Ia sempat kesulitan menyesuaikan diri dengan jadwal kuliah Farmasi yang padat, namun semangatnya untuk belajar hal baru membuatnya terus bertahan.
“Yang paling sulit itu manajemen waktu dan melawan rasa takut gagal. Tapi saya percaya, kalau terus mencoba, lama-lama pasti terbiasa,” tuturnya.
Kerja keras dan konsistensi itu akhirnya berbuah hasil. Helen berhasil meraih sederet prestasi gemilang, baik di tingkat nasional maupun internasional. Di antaranya, lolos pendanaan PKM-Kewirausahaan 2023 dengan inovasi KOPIT SEHAT, minuman tradisional kopi Arabika Aceh dicampur kunyit sebagai pencegah diabetes dan hipertensi melalui strategi digital marketing. Ia juga berhasil mendapatkan pendanaan PKM-Karsa Cipta 2023 dengan proyek 3in1 Mihuband: Inovasi Smartband SDs Sleepy Detector berbasis IoT untuk mendeteksi kantuk saat beraktivitas. Selain itu, ia juga beberapa kali menjuarai kompetisi ilmiah dan menjadi peraih penghargaan sebagai mahasiswa berprestasi di tingkat fakultas maupun universitas.

.png)