Kabarindoraya.com | KARAWANG - Ketua Umum Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Pusat, Tundra Meliala, menegaskan pentingnya peran media konvergensi yang profesional, berintegritas, dan berpihak pada kepentingan publik dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Tundra Meliala saat memberikan sambutan pada pelantikan Pengurus AMKI Kabupaten Karawang periode 2026-2029, yang digelar di Karawang, Rabu (7/1/2026).
Menurut Tundra, AMKI hadir sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mengawal kebijakan publik melalui penyampaian informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab, sekaligus membangun narasi positif bagi kemajuan daerah.
"Pembangunan tidak akan berjalan optimal tanpa keterbukaan informasi dan ekosistem media yang sehat. Karena itu, AMKI berdiri di garis depan untuk memperkuat media yang adaptif terhadap era konvergensi digital, tanpa meninggalkan etika jurnalistik," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa AMKI bersikap independen dan kritis, namun tetap konstruktif. Kritik yang disampaikan media anggota AMKI diarahkan untuk mendorong terwujudnya pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berpihak kepada masyarakat.
Pada sambutannya, Tundra juga memaparkan perjalanan berdirinya AMKI yang lahir pada 24 Desember 2024. Meski menghadapi proses legalitas yang memakan waktu, AMKI dalam kurun tujuh bulan telah melaksanakan puluhan agenda strategis, termasuk audiensi dengan lembaga tinggi negara seperti Mahkamah Konstitusi, Kemenkopolkam, Kementrian Komdigi, Dewan Pers, MPR RI, AKMIL TNI, Kapushubad, Kementerian Hukum, hingga perwakilan kedutaan besar.
Selain itu, AMKI Pusat telah menggelar seminar nasional, pelatihan media di sejumlah daerah, serta media gathering bersama Mahkamah Konstitusi yang dihadiri media arus utama nasional.
Tundra menjelaskan bahwa AMKI merupakan organisasi pemilik dan pengelola media konvergensi, bukan organisasi profesi wartawan. AMKI menaungi media elektronik, digital, dan platform media sosial, termasuk skema konten kreator, sebagai bagian dari adaptasi industri media di era digital.
"Konvergensi media bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan. Media yang mampu mengelola teks, audio, video, dan interaksi digital secara terintegrasi akan bertahan dan dipercaya publik," katanya.

.png)