Kabarindoraya.com | Ciampea Kab Bogor - Kini Potret Jalan yang Terlupakan di Desa Bojong Rangkas, Kecamatan Ciampea, sebuah jalan kabupaten yang seharusnya menjadi nadi penghubung dua kecamatan kini lebih mirip luka terbuka. Jalan Raya Cikampak–Bojong Rangkas, yang dulu ramai dilalui kendaraan roda empat menuju Pamijahan dan fasilitas vital seperti SPBU dan SPBG, kini menyempit hanya dua meter. Hanya sepeda motor yang berani melintas, sementara mobil terpaksa mencari jalur alternatif melewati perumahan dan jalan desa yang sempit.
Luka Lama yang Tak Kunjung Sembuh Longsor yang terjadi tiga tahun lalu seakan menjadi awal dari penderitaan panjang. Meski anggaran perbaikan sudah tercatat sejak 2015, penanganan baru dilakukan belakangan. Ironisnya, kebijakan efisiensi anggaran membuat proyek turap hanya mendapat Rp1,7 miliar dari rencana Rp3 miliar. Hasilnya, pekerjaan tidak tuntas, dan longsor susulan pada November lalu memperburuk keadaan.
Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Muhammad Hasani, mengingatkan bahwa efisiensi harus terukur. “Kalau dipaksakan dibuka untuk roda empat, risikonya sangat besar. Bisa terjadi longsor lagi dan membahayakan keselamatan pengguna jalan,” tegasnya.
Suara keritis datang dari salah satu aktivis asal Bogor Barat. Ia mengatakan bagi warga, jalan ini bukan sekadar aspal dan beton. Ia adalah jalur kehidupan. Furkon, aktivis Bogor Barat, menyuarakan keluhan dalam bahasa Sunda:
"Jalan di Cikampak ti zaman Ibu Ade Yasin, nepi ka ayeuna longsor leutik jadi longsor gede, nepi ka ayeuna teu dibenerkeun."ujarnya. Selasa 14, April, 2026.
Artinya, sejak kepemimpinan bupati terdahulu hingga kini, longsor kecil dibiarkan hingga menjadi besar, tanpa perbaikan berarti. Warga yang hendak menuju Puri Arraya Cicadas atau Segog dengan mobil harus memutar jauh lewat Perumahan Dramaga Pratama. Angkot pun ikut terpaksa mengubah jalur, menambah beban waktu dan biaya.
Dampak yang Merembet Kerusakan jalan ini bukan hanya soal mobilitas. Ia merembet ke berbagai aspek kehidupan:
Ekonomi: distribusi bahan bakar ke SPBU dan SPBG terganggu, biaya logistik meningkat.
Pendidikan: siswa yang bergantung pada angkutan umum harus menempuh jalur lebih panjang.

.png)