Kabarindoraya.com I Tebing Tinggi - Bertempat di kantor DPRD kota Tebing Tinggi Jalan Dr Sutomo Senin (19/1), warga mendatangi kantor rakyat ini, terkait kekecewaan masyarakat, seperti pemilihan kepala lingkungan(Pilkepling), pekerjaan PAPBD Kota Tebing Tinggi yang diduga tidak transparan dan carut marut.

 Sementara dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP)ini oleh DPRD perwakilan masyarakat diketuai  oleh Jufri Syafrizal, ditemui jurnalis media ini, di kantor DPRD kota Tebing Tinggi, mengatakan " kami berharap agar Pilkepling tidak dilantik,karena diduga rawan kecurangan, " tegasnya.


Sementara ketua M Sakti Kadafi ketua DPRD kota Tebing Tinggi dan angota Komisi(13 angota), menangapi terkait ini, " surat penundaan pelantikan Pilkepling sudah dilayangkan tidak juga,kalau bisa kirim lagi surat Pilkepling ulang, " tegasnya.

Lanjutnya, ketua aksi Jufri syafrizal dan lainya, menjelaskan, Pilkepling ulang secara langsung dengan alasan Pilkepling Panmus telah cacat hukum. Sementara ketua   dan  angota DPRD kota Tebing Tinggi yang hadir ditengah masyarakat sekitar 13 angota dari jumlah 25 orang anggota DPRD kota Tebing Tinggi.

Saat berita ini ditayangkan, masyarakat dan anggota DPRD kota Tebing Tinggi masih berlangsung dan belum ada kesepakatan di forum RDP.

Sementara ditempat terpisah, di media sosial(medsos), Facebook dengan nama Khalid-khalid, menuliskan.

Sudah terjun bebas ini..hari ini Senin 19 Januari 2026, masyarakat Kota Tebing Tinggi melapor ke Kajari, terkait soal dana kebersihan, diproyek rehab pasar inpres.

Bernard juga mengatakan " untuk membersihkan proyek itu justru memakai ASN, banyak celah -celah terbuka yang buat publik,diduga demi pencitraan yang dilakukan orang nomor 1 di Kota Tebing Tinggi, " jelasnya.

 jika terus seperti ini, kondusifitas Kota akan terganggu, ini akan menjadi preseden buruk,tentang kepemimpinan anak kampung sendiri.