Kabarindoraya.com | JAKARTA — Di tengah gegap gempita peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026, nasib Aparatur Sipil Negara (ASN) tenaga teknis dinilai masih jauh dari kata sejahtera. Forum Teknis Indonesia (FORTEKIN) pun angkat suara, menuntut pemerintah tidak lagi menutup mata terhadap ketimpangan yang terjadi.
FORTEKIN menegaskan, tenaga teknis selama ini menjadi “mesin senyap” birokrasi yang memastikan pelayanan publik tetap berjalan, namun ironisnya belum mendapatkan perhatian yang setara dalam aspek kesejahteraan.
Sekretaris FORTEKIN, Firmansyah, menyebut kondisi ini sebagai bentuk ketimpangan struktural dalam tata kelola ASN.
“Tenaga teknis memikul beban besar dalam pelayanan publik, tetapi kesejahteraannya kerap diabaikan. Ini bukan sekadar kelalaian, tapi sudah menjadi masalah sistemik,” tegasnya.
Dalam momentum May Day 2026, FORTEKIN menyampaikan tuntutan keras kepada pemerintah:
• Hentikan ketimpangan kesejahteraan ASN tenaga teknis.
• Hadirkan kebijakan yang adil, tidak diskriminatif antar sektor.
• Prioritaskan peningkatan kompetensi dan profesionalisme tenaga teknis.
• Tegaskan posisi tenaga teknis sebagai pilar utama pelayanan publik.

.png)