Kabarindoraya.com  | Bogor - Suasana pagi di Bogor Barat terasa berbeda pada Rabu, 22 April 2026. Di lapangan desa, masyarakat berkumpul, anak-anak berlarian, sementara para petani membawa hasil panen mereka. Di tengah keramaian itu, Kodim 0621 Kabupaten Bogor bersama pemerintah daerah membuka kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128.  

Dandim 0621 Kabupaten Bogor menyampaikan rasa terima kasih kepada media dan masyarakat yang hadir. Baginya, TMMD bukan sekadar program rutin, melainkan wujud nyata TNI Angkatan Darat hadir di tengah rakyat. “Kami membangun desa, membuka akses jalan, agar ekonomi desa bisa hidup kembali,” ujarnya penuh semangat.  

*Jalan Baru, Harapan Baru* Salah satu sasaran utama TMMD adalah membuka akses jalan sepanjang 5,2 km dengan lebar 3 meter, menghubungkan Desa Tegalega dengan Desa Banyuasin. Jalan ini diharapkan menjadi urat nadi baru bagi warga desa, memudahkan anak-anak berangkat sekolah, petani mengangkut hasil panen, dan masyarakat mengakses pasar.  

Selain itu, ada pembangunan rumah tidak layak huni (rutilahu), MCK, rehab mushola, penanaman pohon, hingga lahan ketahanan pangan seluas satu hektar. Semua ini menjadi simbol bahwa pembangunan desa bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga soal kehidupan yang lebih layak.  

*Sentuhan Sosial* Tak berhenti di fisik, TMMD juga menghadirkan program non-fisik: penyuluhan kesehatan, UMKM, posyandu, hingga pengenalan alat kontrasepsi. Ada pengobatan gratis, donor darah, serta pasar rakyat dengan sembako bersubsidi. Kehangatan terasa ketika masyarakat antre untuk pemeriksaan kesehatan gratis, sementara ibu-ibu tersenyum membawa pulang bahan pokok dengan harga terjangkau.  

*Apresiasi Pemerintah Daerah* Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhendi atau Jaro Ade, hadir langsung dan menyampaikan apresiasi. Ia mengenang masa lalu ketika jalur Rumpin menuju Cibudeg sulit dilalui motor. Kini, berkat TMMD, akses terbuka lebar. “Saya lihat bapak-bapak membawa hasil tani, anak-anak sekolah berjalan lebih mudah. Semua bahagia. Ini sejarah,” tegasnya.  

Jaro Ade mengajak masyarakat untuk mendukung penuh TMMD dengan semangat gotong royong. “Gotong royong adalah ibadah. Jangan hanya menonton, mari kita bersama-sama membantu kegiatan TMMD demi kemajuan desa,” pesannya.  

Lebih dari Sekadar Program TMMD ke-128 di Bogor Barat bukan hanya pembangunan fisik, melainkan juga pembangunan harapan. Jalan baru, rumah layak huni, mushola yang direhab, hingga penyuluhan kesehatan menjadi bukti bahwa TNI hadir bukan sebagai tamu, melainkan bagian dari masyarakat desa.  

Di Bogor Barat, TMMD bukan sekadar singkatan. Ia menjelma menjadi cerita tentang kebersamaan, tentang desa yang bangkit, dan tentang masa depan yang lebih cerah.