Kabarindoraya.com | BANDA ACEH — Serangan terhadap kehidupan pribadi Gubernur Aceh Muzakir Manaf terus diproduksi dengan bungkus moral. Poligami diangkat sebagai isu utama, seolah menjadi ukuran tunggal integritas seorang pemimpin. Namun di balik gempuran tersebut, dukungan justru mengalir dari warga yang menilai serangan itu sarat iri, ketakutan, dan standar ganda.
Salah satunya datang dari T. Azhari, yang akrab disapa Pon Peunawa, pria asal Peudada, Kabupaten Bireuen. Ia menilai, keberanian Muzakir Manaf menjalani kehidupan pribadi secara terbuka justru menunjukkan sikap gentleman yang langka di tengah maraknya kemunafikan sosial.
“Saya sangat mendukung sikap gentleman-nya seorang Mualem. Sebagai lelaki, ia nyaris sempurna: tampan, mapan, mantan panglima, Gubernur Aceh, Ketua PA sekaligus Ketua KPA. Pokoknya keren untuk simbol laki-laki Aceh,” ujar Pon Peunawa, Selasa (21/1/2026).
Menurutnya, serangan yang diarahkan kepada Muzakir Manaf tidak bisa dilepaskan dari realitas sosial yang selama ini jarang diungkap secara jujur. Banyak laki-laki, kata dia, ingin menikah lagi tetapi tidak mampu dan tidak berani, terutama karena tekanan ekonomi dan ketakutan terhadap istri pertama. Keinginan yang terpendam itu lalu berubah menjadi kecemburuan ketika melihat tokoh publik yang mampu dan terbuka.
“Karena tak mampu, maka iri melihat kehidupan Muzakir Manaf,” katanya.
Pon Peunawa juga menyinggung fenomena lama yang terus berulang: laki-laki alim di depan publik, tetapi liar di belakang layar. Di mimbar bicara moral, di ruang publik tampil religius, namun dalam praktik justru terjebak perselingkuhan, hubungan gelap, hingga praktik “jajan sembarangan”.
“Yang seperti ini justru banyak, tapi aman. Tidak disorot, tidak dihakimi,” ujarnya.
Ia menilai perilaku munafik tersebut bukan hanya diketahui di Aceh, tetapi telah menjadi buah bibir di luar daerah, terutama di kalangan perantau. Citra religius yang ditampilkan sebagian laki-laki Aceh kerap berbanding terbalik dengan perilaku nyata.
“Ini yang sebenarnya mencoreng martabat Aceh, tapi jarang disentuh,” tegasnya.

.png)