Kabarindoraya.com  | Tangerang Selatan — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Kota Tangerang Selatan dilaporkan terhenti pasca liburan sekolah. Kondisi ini memicu pertanyaan dari orang tua siswa dan pihak sekolah, mengingat program tersebut sebelumnya berjalan rutin.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, salah satu dapur yang melakukan penghentian adalah SPPG Ciater 2 ,penghentian distribusi MBG terjadi karena dapur penyedia tengah menjalani proses relokasi . Salah satu pengelola dapur MBG ,SPPG Ciater 2 ,Fiqi Fauzi menyampaikan bahwa operasional sementara dihentikan hingga proses pemindahan dan penyesuaian standar selesai dilakukan.

“Untuk saat ini dapur sedang tahap relokasi  ,jadi distribusi MBG belum bisa dilakukan. InsyaAllah akhir bulan ini bisa kembali normal,” ujar Fiqi Kepala Dapur SPPG Ciater 2 dalam percakapan via WhatsApp dengan perwakilan Komite .

Pihak dapur juga menegaskan bahwa selama masa penghentian operasional, tidak ada anggaran yang dicairkan, baik untuk operasional dapur, insentif mitra, maupun gaji relawan.

Meski demikian, kondisi ini menuai kritik. Sejumlah pihak menilai seharusnya ada skema alternatif agar hak siswa tetap terpenuhi. Pasalnya, program MBG merupakan bagian dari pemenuhan kebutuhan gizi siswa yang didukung anggaran negara.

“Kalau satu dapur berhenti, seharusnya dialihkan ke dapur lain. Jangan sampai siswa tidak menerima haknya,” ujar perwakilan Komite sekolah itu.

Senada dengan Ketua Dapur SPPG Ciater 2 Ketua Yayasan Indonesia Emas ,Nancy Wulanengsih mengamininya .

“Minggu depan Insha Allah sudah di distribusikan kembali , pihak dapur ga keluarin anggaran dari negara ,gak dapat uang masuk kalau relokasi ,sudah jadi aturan begitu ,”kata Nancy .

Diketahui Yayasan yang menaungi SPPG Ciater 2 adalah Yayasan Bahari Indonesia Emas ,yang diketuai Nancy Wulanengsih . Dari hasil penelusuran Nancy adalah owner dari perusahaan JN Group .