Kabarindoraya.com | Pandeglang – Kegiatan Pelatihan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Pandeglang berakhir ricuh. Pelatihan yang digelar di Hotel Mutiara Carita pada 27-28 April 2026 itu memicu protes peserta karena dinilai tak memberikan kejelasan terkait keberlanjutan program.
Kericuhan terjadi di akhir kegiatan setelah peserta menyampaikan kekecewaan terhadap materi dan hasil pelatihan yang dianggap belum menjawab persoalan di tingkat desa.
Perwakilan peserta, Entis Sumantri alias Tayo, mengatakan pelatihan tersebut diikuti ratusan pengurus KDMP dari desa dan kelurahan di Pandeglang. Pada tahap awal, kegiatan diikuti 163 perwakilan koperasi desa.

Menurutnya, pelatihan sejatinya bertujuan memperkuat kapasitas kelembagaan koperasi sebagai bagian dari program nasional pemberdayaan ekonomi masyarakat. Namun, pelaksanaan di lapangan dinilai belum optimal.
“Peserta menilai kegiatan ini belum mampu menjawab persoalan mendasar yang dihadapi koperasi desa. Kami meminta transparansi dari pihak penyelenggara,” kata Entis kepada wartawan, Selasa (28/4/2026).
Entis menegaskan, sikap kritis peserta bukan bentuk penolakan terhadap program pemerintah pusat. Pihaknya tetap mendukung kebijakan nasional selama dijalankan secara transparan dan tepat sasaran.
“Kami mendukung program pemerintah pusat. Tapi kami butuh kejelasan implementasi di lapangan yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Peserta juga menyoroti potensi penyalahgunaan program jika tidak diawasi dengan baik. Mereka mengingatkan agar pengelolaan koperasi tidak dijadikan kepentingan kelompok tertentu.
“Jangan sampai koperasi ini bergeser dari tujuan awal sebagai wadah pemberdayaan masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, minimnya ruang dialog selama pelatihan disebut menjadi salah satu pemicu ketegangan. Aspirasi peserta dinilai tidak terserap secara maksimal hingga akhirnya berujung ricuh.

.png)