Kabarindoraya.com | Batu Bara - Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si mengapresiasi dedikasi para guru yang selama ini menjadi garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Dirinya menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat terwujud tanpa keberadaan guru yang kompeten, berintegritas, dan memiliki semangat pengabdian yang tinggi.

Hal tersebut dikatakannya pada saat menghadiri Resepsi Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sekaligus peringatan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2025 yang dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Batu Bara, Kecamatan Lima Puluh, Rabu (26/11/2025).

Momentum peringatan HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional Tahun 2025, mengangkat tema “Guru Bermutu, Indonesia Maju Bersama PGRI Wujudkan Indonesia Emas”. Ini menjadi seruan bersama untuk terus memperkuat kualitas pendidikan dan profesionalisme guru di seluruh Indonesia.

Tema ini menegaskan bahwa guru merupakan pilar utama dalam mencetak generasi penerus bangsa yang unggul, berkarakter, dan kompetitif. Melalui peningkatan mutu, kompetensi, serta kesejahteraan guru, cita-cita menuju Indonesia Emas 2045 diyakini dapat terwujud dengan lebih nyata.

PGRI sebagai organisasi profesi terus berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong transformasi pendidikan. Upaya penguatan kapasitas guru, pembinaan berkelanjutan, hingga penguatan solidaritas antar pendidik menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas.

Bupati Batu Bara menyampaikan bahwa guru memiliki peran besar dalam membentuk masa depan bangsa. Oleh karena itu, fokus utama tenaga pendidik harus tetap pada proses pembelajaran, pembinaan karakter, serta penguatan nilai moral bagi para peserta didik.

“Guru jangan ikut berpolitik. Tugas guru adalah mendidik anak agar menjadi generasi yang berkualitas, berakhlak, dan mampu memimpin masa depan,” tegas  Bupati Bahar dalam sambutannya.

Dirinya menambahkan bahwa netralitas guru bukan hanya kewajiban etis, tetapi juga bagian dari menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan. Dengan tidak terlibat politik praktis, guru dapat mencurahkan perhatian sepenuhnya pada peningkatan mutu pendidikan dan pembentukan sumber daya manusia unggul.

Bupati Baharuddin juga menyampaikan bahwa toilet bersih merupakan indikator dasar kualitas lingkungan pendidikan. Selain mencerminkan kedisiplinan, toilet yang terawat juga berperan penting dalam mencegah penyakit serta mendukung pola hidup bersih dan sehat di kalangan siswa.