Kabarindoraya.com | Sukabumi  - Peredaran penjualan obat daftar G jenis Tramadol dan Eximer (Hexymer), marak di wilayah hukum Polsek Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Bahkan, salah satu lokasi toko obat yang masuk kedalam golongan keras itu, berada tidak jauh dari Markas Polsek Cicurug, persisnya dl lokasi pasar terbengkalai berdekatan dengan Station Kereta Api Indonesia (KAI) Cicurug. 


Berdasarkan informasi, selain di dekat Station KAI Cicurug, pelaku penjual obat tramadol dan eximer juga setiap hari mangkal di persimpangan alternatif Jalan Tenjo Ayu, bersebelahan dengan tempat rekreasi kolam renang taman angsa. 

 "Untuk wilayah Cicurug ada dua toko obat," kata Agus S, salah seorang warga usai membeli obat jenis tramadol kepada wartawan di lokasi toko dekat kolam renang taman angsa. 

Agus mengaku, hampir setiap hari mengkonsumsi obat jenis tramadol di toko obat yang di jaga Akew (nama panggilan penjual). Alasannya mengkonsumsi obat keras yang harus melalui resep dokter itu, karena sangat terasa manfaatnya. 

 "Saya kan kerja di pabrik. Jadi sebelum kerja itu harus konsumsi dulu obat tramadol, biar tambah semangat dan tidak mudah cape," akunya.

Berdasarkan informasi, lebih dari sepekan lalu penjaga toko obat yang setiap hari berjualan di pasar terbengkalai dekat Station KAI Cicurug, diculik oleh sejumlah orang membawa senjata dan berpakaian lengkap menyerupai anggota dengan wajah tertutup menggunakan helm. 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari pihak Polsek Cicurug maupun pemilik toko obat yang diketahui bernama Deden sebagai koordinator.